22.08.2016
Penulis
ap/ml
Masih di bulan Agustus ini, tak ada salahnya kita merefleksikan kembali
pencapaian yang diperoleh bangsa kita setelah lepas dari penjajahan.
Salam #DWnesia
Segolongan masyarakat masih mengagungkan Barat, baik dengan
perekonomiannya, sistem politiknya, gaya busananya atau yang lainnya.
Sebagian lagi mengagungkan Arab, mulai dari bahasanya, busananya,
kemakmurannya, dan lain sebagainya. Demikian pandangan Dosen Antropologi
Budaya di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi,
Sumanto al Qurtuby dalam opininya pekan ini.
Apakah ada yang salah dengan “menjadi Barat” atau “menjadi Arab”? Apakah
ada yang keliru dengan mengidolakan bangsa-bangsa lain? Tentu saja
tidak ada yang salah. Masalahnya adalah mereka bukan hanya sekedar
mengidolakan Barat atau mengultuskan Arab tetapi sikap fanatisme mereka
terhadap bangsa lain itu diiringi dengan tindakan menafikan bangsa
sendiri.
Di bukan kemerdekaan ini, kita juga merayakan hari jadi Wiji Thukul.
Aktivis yang juga merupakan penyair ini lahir tanggal 26 Agustus 1963.
Di bulan ini, sebuah film kolaborasi antara Yayasan Muara, KawanKawan
Film, Partisipasi Indonesia, dan LimaEnam Films yang mengisahkan
kehidupan Wiji Thukul, tampil di Locarno International Film Festival
ke-69 yang diselenggarakan di Locarno, Swiss. Film yang ditujukan bagi
generasi muda tersebut berjudul Istirahatlah Kata-kata. Dalam #DWnesia kali inji, Lilik HS menyampaikan ulasannya tentang pejuang anti penindasan itu dalam tulisan berjudul Wiji Thukul dan Kata-kata yang tak Pernah Binasa.
Lanjutan opini Mencurigai Kebangkitan Fasisme di Indonesia juga dapat
Anda simak dalam edisi kali ini. Pengamat politik Indonesia yang
merupakan dosen di universitas Bonn dan Köln, Jerman, Timo Duile
menggali lebih jauh bagaimana benih fasisme tengah mencoba-coba melawan
musuh imajiner, serta bagaimana fasisme mencederai hak asasi manusia di
Indonesia.
Anda setuju dengan opini para penulis? Selamat berdiskusi, Sahabat
DW…Kami tunggu opini Anda di Facebook DW_Indonesia dan twitter
@dw_indonesia. Seperti biasa, sertakan tagar #DWNesia dalam mengajukan
pendapatmu. Salam #DWnesia
http://www.dw.com/id/dwnesia-membangun-mental-bangsa/a-19487725

Tidak ada komentar:
Posting Komentar