Jumat, 30/09/2016 17:03 WIB
Oleh: Rio Tuasikal
KBR, Jakarta- Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65
masih menunggu sikap Jokowi terkait hasil rekomendasi Simposium 1965,
sebelum menggugat ke Komisi Informasi. Sekretaris YPKP 65, Edi
Sugianto, menyatakan masih berupaya bertemu presiden untuk mendengar
jawaban langsung. Sebab, rekomendasi Simposium 1965, baik yang dilakukan
di Aryaduta dan Balai Kartini, keduanya telah diberikan kepada orang
nomor 1 RI itu.
“Kedua materi itu sudah diberikan kepada presiden tapi dari Jokowi
belum ada reaksi penerimaan,” kata dia ketika dihubungi KBR, Jumat
(30/9/2016) siang.
“Jadi kami ingin mendapat tanggapan yang jelas dari Jokowi,” tambahnya lagi.
Sebelumnya, YPKP 65 berniat mengajukan gugatan ke Komisi Informasi untuk
membuka dokumen rekomendasi Simposium 65. Sebab, dokumen itu tidak
pernah dbuka ke publik meski sudah rampung sejak Mei lalu. Saat itu,
dokumen berada di tangan Menkopolhukam Luhut Pandjaitan yang kemudian
digantikan oleh Wiranto.
Ketika meminta audiensi dengan Wiranto, YPKP 65 ditolak dengan alasan Kemenkopolhukam masih menunggu keputusan pemerintah.
Simposium 1965 yang didukung kantor Menkopolhukam digelar April lalu,
menghadirkan pemerintah, pelaku, para korban, bekas tahanan politik,
serta aktivis HAM. Simposium kedua dilakukan oleh pihak yang menolak
simposium itu, dengan menghadirkan TNI tanpa melibatkan korban.
Korban pelanggaran HAM 1965 telah tindak lanjut dokumen tersebut ke
Ketua Pengarah Simposium 1965, Agus Widjojo, yang saat ini jadi gubernur
Lemhanas. YPKP juga telah beraudiensi dengan Dewan Pertimbangan
Presiden. Kedua pertemuan ini dilakukan Agustus lalu.
Editor: Rony Sitanggang
http://kbr.id/09-2016/51_tahun_tragedi__65__penyintas_tunggu_sikap_jokowi/85516.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar