Kamis, 27 Juli 2017

Aksi Kamisan: Jangan Lupakan Korban Pelanggaran HAM

CNN Indonesia


Budayawan yang juga aktivis HAM, Franz Magnis Suseno, menyampaikan orasi saat mengikuti aksi Kamisan yang ke-500 di seberang komplek Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/7). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
JakartaCNN Indonesia -- Franz Magnis Suseno meminta kepada Pemerintah untuk tidak melupakan para aktivis HAM yang hilang, seperti korban penghilangan paksa tragedi 1998, serta nasib keluarga korban pelanggaran HAM yang tewas di tangan angkatan bersenjata.

"Saya harap, adanya begitu banyak korban dalam sejarah bangsa tidak dilupakan dan tidak dikesampingkan," ujar pria yang akrab disapa Romo Magnis kepada CNNIndonesia.com, di sela-sela aksi Kamisan di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/7).

Budayawan kelahiran Polandia itu menyebut, integritas suatu bangsa penting jika pemerintah dan masyarakatnya senantiasa mengingat sejarah bangsa, termasuk konflik dan tokoh di dalamnya.

Atas dasar itu, dia menyayangkan 'aksi diam' pemerintah terhadap pesan yang selalu disampaikan lewat aksi Kamisan yang pada hari ini adalah Kamis ke-500. Romo Magnis menyatakan lewat aksi Kamisan, publik ingin mengingatkan lagi pemerintah soal para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM.

"Sudah 500 kali sudah terjadi aksi Kamisan ini. Aksi yang damai, aksi yang mau mengingatkan bangsa Indonesia akan korban dalam perjalanan bangsa, tapi masih dibiarkan," ujar Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara tersebut.

"Tetapi kalau kita mengingat korban-korban itu, tak hanya soal keluarga mereka, melainkan juga mengingat korban penting bagi kesembuhan hati bangsa Indonesia," ucap Romo Magnis.

Romo Magnis mengatakan konflik yang terjadi dalam sebuah bangsa jangan sampai dibiarkan jatuhnya korban yang tak bersalah.

"Kita yang majemuk, dari berbagai suku, etnik, dan agama. Dari pemerintah, aparatur, angkatan bersenjata, masyarakat yang dijaga, kita perlu ingat korban itu," katanya

Romo Magnis juga menyebut Pemerintah seperti belum berani dalam menangani kasus pelanggaran HAM berat, seperti Tragedi 1965-1966 yang menewaskan ribuan korban jiwa.

Adapun aksi yang bertema "500 Kamis, Cuma Janji Manis" ini merupakan ungkapan kekecewaan korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat. Para aktivis Kamisan menilai pemerintah seperti enggan menyelesaikan permasalahan HAM di masa lampau dan menghapus impunitas terhadap diduga para pelaku intelektual pelanggaran HAM.(osc/kid)

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170727160321-20-230763/aksi-kamisan-jangan-lupakan-korban-pelanggaran-ham/

0 komentar:

Posting Komentar