Rabu, 05 Juli 2017

YPKP 65 Akan Kembali Melakukan Perlawanan di Pengadilan

RKN.Com | 5 Juli 2017


RadarKotaNews – Ketua YPKP 65, Bedjo Untung, mengatakan The Truth Foundation ini dibentuk oleh para korban HAM, Pengacara, dll. yang merupakan korban pemerintah Korsel, dianggap sebagai mata-mata Korea Utara, sehingga ada kesamaan antara mereka dengan korban YPKP 65 yang dituduh oleh pemerintah.
“Saat pidato di Korsel, saya mengatakan bahwa sebenarnya bukan saya yang menerima penghargaan ini, tetapi teman-teman saya yang melakukan penelitian tentang kuburan massal di Sumbar, Jateng, dll. Pramudya Ananta Toer, Ibu Sulami, dkk.”kata Bedjo.
Dirinya sangat bangga dengan penghargaan ini, ini merupakan penguat bagi kami, sehingga semangat saya berkobar-kobar untuk semakin mengungkap masalah ini.
“Saya perlu mengumumkan ini karena ini berita menggembirakan, saya mendapatkan dana hibah 10.000 US$ 130 juta, medali, sertifikat,”ujar Bedjo dalam Konferensi Pers yang di gelar YPKP 65 di YLBHI Diponegoro Menteng Jakarta, Rabu (05/07).
Kemudian lanjut dia, dana ini akan saya jadikan sebagai dana operasional organisasi, yang akan saya pergunakan dengan penuh tanggungjawab.
“Uang tersebut bersumber dari blood money, mereka menang di Pengadilan.”bebernya. (Adrian)
http://www.radarkotanews.com/politik/ypkp-65-akan-kembali-melakukan-perlawanan-di-pengadilan

0 komentar:

Posting Komentar