Senin, 15 Juli 2013

Catatan Terserak Di Facebook Tentang Gotong Royong

Senin Kliwon, 15 Juli 2013 



Judul asli: Partai gotong royong indonesia, Itulah PKI – Partai Komunis Indonesia
Ditulis oleh : Tri Ramidjo

Sumber: Catatan facebook

Jakarta - Tulisan ini diambil dari catatan facebook sang penulis di faceboknya untuk dipahami dan tentu saja cara penyajiannya dengan cara yang tidak biasa sebagai sebuah tulisan (mungkin karena hanya sebuah catatan singkat di facebook). Inilah tulisan tersebut dan selamat memahaminya.

Ini data penting. Jadi Kyai Anom Dardiri Suromidjoyo juga pendiri PKI, dan menjabat sebagai bendahara. Lalu Kyai Anom jadi guru di pesantren Naksabandiah. Ini data menarik, krn PKI juga didirikan oleh Kyai pesantren.

"Semaun, Alimin, Darsono, Kiyahi Anom dan lainnya berhasil membentuk PKI – Partai Komunis Indonesia - dan komunis itu artinya sangat jelas yaitu GOTONG ROYONG.


Oom Semaun ditetapkan sebagai Voorzitter Hoofd Bestuur atau Ketua sedang sebagai Pening Meester (bendahara) adalah Kiyahi Anom yang biasa memegang uang di SS – staat-spoor – dan sangat dipercaya", ulas Bonnie Setiawan di Facebooknya 

Hampir semua yang membaca sejarah Indonesia pasti kenal perisiwa besar yang melanda negeri ini suatu pemberontakan besar melawan penjajah Belanda – PEMBERONTAKAN TAHUN 1926. 

Para kiyahi yang sangat mengerti ajaran Islam bukan hanya dari daerah Banten tapi juga dari daerah lainnya di seluruh Indonesia ambil bagian aktif dalam melawan kolonialis Belanda.

Alat senjata apakah itu parang, golok, tombak, keris dan bahkan sampai palu dan arit mereka jadikan alat senjata memerangi penjajah Belanda.

Kami memang cinta damai dan gak suka perang tapi kami lebih cinta kemerdekaan, kata mereka. Kemerdekaan bagi kami adalah segalanya. Buat apa jauh-jauh Belanda meluruk ke Indonesia hanya untuk merica, pala, lada dan cengkih? Bukankah membeli baik-baik bisa dilayani?

Serakah, penjajah memang serakah. Kami tidak rela menjadi ketiplak hanya untuk dijajah..

Ketika aku mau meneruskan tulisan ini terdengar suara adzan lohor dan jam di dinding menunjuk jam 12.05 wib Kamis Legi 11 Juli 2013. Sekarang ini bulan puasa tapi karena aku sakit dan jalan saja sulit aku tidak menunaikan ibadah puasa. Terserah Allah apakah aku di akhirat nanti aku akan dihukum. Aku lahir ke dunia ini juga tidak pernah minta dan mati pun aku tidak minta. Terserah Allah sajalah. Kalau aku dianggap berdosa semua apa yang kulakukan juga bukan kemauanku sendiri. Katanya semua apa pun tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Allah. Jadi kesemuanya sangat tergantung kepada Allah bukan ?

Ada yang bilang manusia diberi otak dan otak itu bisa berfikir mana yang baik dan mana yang buruk.

Ya, benar manusia bisa berfikir dan berfikir itu juga digerakkan oleh Allah bukan? Jadi semuanya sangat tergantung kehedak Allah. 

Tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno memproklasmasikan negeri ini MERDEKA dan negri Indonesia ini menjadi Negara merdeka lepas dari penjajahan asing baik Belanda, Jepang atau lainnya. Kemerdekaan itu juga datangnya dari Allah juga bukan? 

Tidak ada segala sesuatu yang bisa datang sendiri. Benar benar benar

Otak dari Allah ini juga tidak bisa digunakan lagi setelah mati bukan, sebab otak ini juga akan memnbusuk dan jadi tanah. Jadi segalanya yang pernah terpikir di otak ini juga akan terhenti. 

Sebenarnya aku ingin tanya kepada teman akrabku bung Nyoto yang selama aku hidup ini belum pernah bertemu teman yang sepintar bung Nyoto.

Coba saja pikir baik-baik Bung Karno yang zenial itu juga menyerahkan pidato kenegaraan kepada bung Nyoto. Begitu hebatnya bung Nyoto yang dihilangkan oleh orba Suharto entah kemana dan sampai hari ini sangat sulit untuk mencari manusia seprti bung Nyoto.

Tri, kamu nglantur ya, bukankah kop title atau judul yang bung tulis itu partai gotong royong Indonesia atau PKI ?

Ya ya ya, benar benar sekali, maksudku PKI yang didirikan oleh oom Semaun di Candi Semarang pada tgl 23 Mei 1920. 

Menurut cerita ibuku waktu vergadering atau gadring yang maksudnya rapat di rumah oom Achmad Sulaiman itu sengaja di halaman para padvinder atau pandu IPO – organisasi pandu-pandu – dengan pimpinanannya oom Mardjono dan oom Munandar – kenal bukan oom Munandar yang pernah menjadi penyiar radio Australia – berlatih kepanduan agar yang sedang gadringan atau rapat di rumah itu tidak terlihat sedang berapat.

Oom-oom Semaun, Alimin, Darsono, Kiyahi Anom dan lainnya berhasil membentuk PKI – Partai Komunis Indonesia - dan komunis itu artinya sagat jelas yaitu GOTONG ROYONG.
Oom Semaun ditetapkan sebagai Voorzitter Hoofd Bestuur atau Ketua sedang sebagai Pening Meester (bendahara) adalah Kiyahi Anom yang biasa memegang uang di SS – staat-spoor – dan sangat dipercaya.

Beberapa koran atau harian penting tentu saja dikelola oleh PKI dan anggota-anggota Serikat Rakyat otomatis menjadi anggota PKI.

Dalam waktu singkat PKI anggotaanya makin bertambah dan pada tahun 1925 berhasil melakukan pemogokan buruh kereta api, melumpuhkan perjalanan kereta api sehingga pegawai penting orang Belanda terpaksa mengangkuti barang-barang kereta api menggantikan para kuli yang ambil peranan mogok.

Tentu saja mogok itu berakibat panjang

Banyak pekerja dipecat dari SS-Staat-Spoor dan Kiyahi Anom R. Dardiri Suromidjoyo tidak luput dari pemecatan itu yang lalu dari Surabaya pindah ke Semarang ikut memimpin Serikat Rakyat dan sudah itu kembali ke Redaksi Surat Kabar yang diasuh PKI dan pada kesempatan tertentu kembali ke tempat krlahirannya di Grabag Mutihan – Tunggul Rejo Kutoarjo.

Di Grabag Mutihan tentu saja punya tugas mengajar ngaji utuk para santri di Pesantren Naksabandiah.

Sebagai salah satunya orang yang hafal alqur’an termasuk guru ngaji yang dizaman sekarang ini disebut ustadz Kiyahi Anom sangat terkenal. Kiyahi Ronoredjo seorang pamannya – kakak ibunya Nyi Rugayah atau Nyi Cupu sangat meyayanginya dan mencegahnya untuk kembali lagi ke Semarang.

Suatu malam di hujan rintik-rintik di suatu rumah tempat tinggal Kiyahi Anom semuanya tidur sangat nyenyak. Kiyahi Anom juga tidur nyenyak dan dalam tidur nyenyaknya itu membaca atau mengaji alqur’an. Mengangaji itu rupanya sudah menjadi kebiasaan dan tidur pun sambil mengaji.

Konon ceritanya sudah sejak lama rumah Kiyahi Anom itu di intai oleh pencuri sebab termasuk orang berada di desa Grabag Mutihan itu.

Lama sebelumnya pencuri itu sudah menggangsir – menggali lobang dari tempat jauh yang jatuh tepat di kamar yang dituju di rumah itu.

Ketika pencuri itu akan membobol gangsiran rumah itu terdengar suara orang sedang mengaji.

Pencuri itu lalu menunggu sampai suara orang mengaji itu berhenti. Sampai subuh dan matahari hampir terbit suara orang mengaji itu tidak juga berhenti dan akhirnya pencuri itu menghentikan niatnya untuk membobol gangsirannya sebab fikirnya kalau benar jadi membobol gangsirannya pasti ketahuan penghuninya.

Siangnya rumah Kiyahi Anom kedatangan seorang tamu memakai jarik dan baju putih serta ikat kepala sangat rapi. Dengan sangat sopan tamu itu bertandang kerumah Kiyahi Anom. Tentu saja tamu terhormat itu mendapat suguhan dan tidak lupa juga disuguhkan gorengan rengginang yang rupanya menjadi kesukaan tamu itu.

Setelah berbicara panjang lebar ngalor ngidul tentang sulitnya hidup setelah perang dunia pertama pada tahun 1917 dan selanjutnya tamu itu lalu bertanya : ‘sinten ingkang wau dalu ngaos ngantos subuh’ – siapa yang tadi malam mengaji ampai subuh.

Kiyahi Anom menjawab : "Mboten wonten kok ingkang ngaos sedoyo sami tilem ngantos enjing amargi wau dalu jawah terus’ – tidak ada yang mengaji semua tidur sampai pagi karena tadi malam hujan terus.

‘Sebaiknya tidak usah berbohonglah aku dengar betul suara ngaji itu’ sambil berkata begitu tamu tu berdiri dan menginjak keras tempat gangsiran yang telah dibobolnya.

Terlihatlah lobang yang cukup besar dan kata tamu itu ‘lihatlah tadi malam aku menunggu sampai subuh dan aku sengaja menggangsir untuk mencuri kekayaan di rumah ini.

‘Betul betul sekali, memang aku biasa mengaji walaupun aku tidur nyenyak’ kata Kiyahi Anom.

‘Sakmeniko menopo ingkang panjenengan kersaken. Monggo dipun pundut’ – sekarang apa yang anda inginkan. Silahkan ambil.

Tamu itu menyembah dan minta ampun dan dengan tulus-ikhlas dan minta untuk menjadi murid pesantren itu dan berjanji tidak akan lagi menjadi pencuri.

Kiyahi Anom menerima dan sejak hari itu jadilah bekas pencuri itu murid pesantren Naksabandiah yang benar-benar tekun.
----------
Begitulah tamu maling itu lalu diterima sebagai murid dari pesantren itu.

Tentu saja murid itu sangat rajin dan benar-benar meninggalkan kebiasaannya mengambil milik orang lain.

Di tahun 1925 itu sudah beberapa surat alquran dapat dibacanya dengan benar tapi sayang setelah membaca surat ALFIL – alam tarokai…. - dia tak dapat meneruskannya dan tak dapat maju terus. 

Maka dia terkenal di pesantren itu sebagai kiyahi ‘Alam Taro’.

Dia merasa malu lalu dia membungkus sesuatu dan bungkusan itu ditaruhnya dan berkata ‘sebelum aku pulang bungkusan itu jangan diambil, nanti aku sendiri yang akan mengambilnya’.

Kiyahi yang terkenal dengan nama kiyahi ‘Alah Taro’ itu lalu pamitan pergi entah kemana perginya dia tidak pernah mengatakan kepada siapa pun.

Tahun 1926 aku yang diberi nama TRIKOYO ini dilahirkan. Aku lahir pada tanggal 27 Februari 1926 dan katanya lahirku belum cukup umur untuk dilahirkan. Aku lahir cuma sebesr botol bir tapi tangisku cukup keras seperti bayi biasa.

Ibu bidan dan ayahku mengasuhku cukup baik dan ayahku dengan penuh kasih sayang menyelimutiku dengan air panas dalam botol bir sehingga aku tumbuh seperti bayi biasa.

Bulan November 1926 pun tiba dan aku sudah berumur sembilan bulan dan seperti bayi normal.

Tanggal 12 november 1926 terjadi aksi besar pemberontakan rakyat melawan penjajah Belanda. Masih ingat bukan aksi besar rakyat yang mengakibatkan banyak korban itu?
Apa ingin mendengar dan menyanyi lagu 12 November itu?

Baiklah aku tuliskan di bawah ini sebab lagu itu juga bisa menggugah semangat juang bagi yang masih ingin berjuang mengubah negeri yang bobrok ini menjadi negeri yang baik.

LAGU DUA BELAS NOVEMBER
Oleh : Tri Ramidjo.

I.
Dua belas November hari peringatan
Perlawanan kita pertama-tama
Dua belas november hari peringatan
Pemberontakan kita di Indonesia
Ya ya ya itulah yang akan 
Mendatangkan dunia kemerdekaan
Dari itu bersiaplah segera
Hayo rapat kawan kita semua
Hancurkanlah pengkhianat dunia
Hayo rapat kawan kita semua.

II.
Berpuluh kawan di tiang gantungan
Beratus-ratus melayang jiwanya
Laki dan istri dalam buangan
Beribu-ribu di dalam penjara
Ya ya ya itulah yang akan
Mendatangkan dunia kemerdekaan
Dari itu bersiaplah segera
Hayo rapat kawan kita semua
Hancurkanlah pengkhianat dunia
Hayo rapat kawan kita semua.

--------------14.07.2014-------------

12 N O V E M B E R
1 = D - 2/4 - Mars
Bersemangat dan
pantang menyerah
Musik : NN
Teks: Bintang Merah; 15 Nov. 1950
Notasi ulang: Lilik D
12 November 2011
||: 5 3 . 2 | 1 5 | 6 . 7 1 . 6 | 5 . |
I : Dua b'las No – vem - ber ha - ri p'ringa - tan
II : Ber - pu - luh ka - wan di tiang gan- tu - ngan
| 6 . 7 1 . 6 | 5 1 | 2 .1 2 . 3 | 2 . |
I : pembron–ta - kan ki - ta di In – do -ne - sia
II: be - ra - tus ra - tus me - layang ji -wa - nya
| 5 3 . 2 | 1 5 | 6 . 7 1 . 2 | 3 . |
I : Dua b'las No - vem - ber ha ri p'ringa - tan
II: La - ki dan is - tri dalam bu – a - ngan
| 4 . 4 4 4 | 3 1 | 2 .2 7 7 | 1 . |
I : per-la - wa-nan ki - ta per ta – ma ta - ma
II: be - ri – bu – ri - bu di dalam penja - ra
|| 2 . 2 | 2 7 .1 | 2 2 . 3 | 2 . |
Ya , ya , ya , i – tu - lah yang a - kan
| 1 7 .6 | 1 7 .6 | 2 1 7 6 | 5 5 |
men - datang – kan dunia kemer– de-ka - an Da -
| 3 . 2 | 1 . 7 1 .6 | 5 3 .4 | 5 0 5 |
ri i - tu ber –siap - lah sege - ra Ha -
| 6 . 6 | 2 .1 7 6 | 5 6 .7 | 1 . 1 |
yo ra - pat ka-wan ki - ta semu - a Han -
| 4 . 3 | 2 .1 7 6 | 5 3 .4 | 5 0 5 |
cur kan - lah pengkhia - nat duni - a Ha -
| 6 . 6 | 2 .1 7 6 | 5 1 .1 | 1 0 :| 1 0 ||
yo, ra - pat ka-wan ki - ta semu - a a!
Not ditulis tebal => nada naik satu oktaf.
------------------

Pemberontakan rakyat melawan penjajah Belanda itu sungguh-sungguh bersifat nasional dan sampai kekota-kota kecil pun rakyat ikut berontak melawan penjajah Belanda. Seluruh pesantren yang anti penjajah Belanda disapu bersih tak ketinggalan. Apa sebab kukatakan tak ketinggalan? Sebab di negri ini masih ada cecunguk-cecugguk atau coro-coro yang mau menjual rakyatnya sendiri bagi penjajah Belanda.

Akhirnya aksi pembersihan penjajah Belanda di desa Kiyahi Anom dan tentu saja berpuluh orang serdau KNIL mendatangi dan menggeledah pesantren NAKSABADIH.

Beberapa serdadu menginjak-injak tangga atau undak-undakan mesjid.

Tentu saja nenek Nyi Rugayah atau Nyi Cupu ibu Kiyahi Anom sangat marah dan berteriak : ‘ eee londo kurang toto, kowe kabeh ora keno ngidak mesjid iki. Kowe kabeh dudu wong islam lan ngidak mesjid ini kudu wudhu disik lan ora keno nganggo sepatu. Kabeh mudun, iki dudu omahmu – mulih muluh mulih, murang toto’ - eee belanda gak tahu aturan, kamu semua bukan orang Islam tidak boleh menginjak mesjid ini harus wudhu dulu tidak boleh pakai sepatu. Semua turun, ini bukan rumahmu – pulang pulang pulang gak tahu aturan. –

Serdadu KNIL itu pada turun dan kembali ke barisannya. Kiyahi Anom dibawa mereka ke Semarang lalu di masukkan ke CENTRALE GEVANGENIS – penjara untuk orang Eropa – 

Tentu saja istri dan anak-anak Kiyahi Anom menyusul ke Semarang dan ahirnya mereka semua dengan kapal perang KRUISER JAVA di asingkan ke Tanah Merah Boven Digul. 

= Ingin mengikuti lanjutan ceritanya? Baca saja buku cerpen yang ditulis Tri Ramidjo dengan judul “KISAH-KISAH DARI TANAH MERAH - CERITA DIGUL CERITA BURU” yang diterbikan oleh : CV Ultimus – Jl. Rangkasbitung 2A, Bandung. Tilp. Faks (022) 7090899, 7217724.


Tangerang Senin Kliwon, 15 Juli 2013 

sumber: MerdekaFiles 

0 komentar:

Posting Komentar