Senin, 28 Oktober 2013

Ormas tekan LBH Yogyakarta tak bantu anak PKI

Senin, 28 Oktober 2013 14:43 | Reporter : Kresna


PKI. ©foto IPOS

Merdeka.com - Forum Anti-Komunis Indonesia (FAKI) membubarkan diskusi di Shanti Dharma Godean, Minggu (27/10). Diskusi itu dilakukan anak-anak mantan korban tragedi 1965. Terkait pembubaran itu, peserta diskusi berniat mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

Namun Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (PP GM FKPPI) juga mengunjungi LBH Yogyakarta. Mereka meminta LBH Yogyakarta untuk tidak melayani aduan kelompok diskusi yang diduga melibatkan anak-anak mantan korban 65.

Ketua FKPPI Bantul, Hanung mengatakan, sebaiknya LBH Yogyakarta tidak melayani bantuan hukum untuk anak-anak PKI.
"Kita dari GM FKPPI tidak menginginkan ada bantuan hukum untuk anak-anak PKI, Idelogi komunis tidak boleh hidup di Indonesia lagi karena sangat menyengsarakan rakyat," ujar Hanung, di kantor LBH Yogyakarta, Senin (28/10).
Kedatangan juga mereka berusaha menekan LBH Yogyakarta agar tidak meneruskan laporan dari peserta diskusi. Mereka mengancam akan datang dengan jumlah massa lebih banyak lagi jika LBH Yogyakarta melanjutkan laporan tersebut.
"Apabila LBH akan meneruskan kita akan dengan massa lebih banyak dan akan kami segel LBH. Kalau mau nerima laporan dari PKI, langkahi mayat kami dulu," kata Hanung.
Sementara itu ketua FAKI Budi Santoso mengatakan mereka melakukan penyerangan karena ada indikasi pertemuan tersebut merupakan koordinasi anak-anak PKI dan tokoh PKI.
"Mereka bilang diskusi soal ekonomi kerakyatan, itu hanya kedok," ujar Budi.
Menanggapi itu ketua LBH Yogyakarta, Syamsudin Nurseha mengatakan pada dasarnya LBH Yogyakarta belum menerima laporan dari kelompok diskusi yang dikoordinatori Iren tersebut.
"Kami belum menerima laporan, namun pada prinsipnya LBH Yogyakarta melayani tanpa mendiskriminasikan siapapun," kata Syamsudin singkat.
Sebelumnya puluhan aktivis FAKI membubarkan diskusi yang berlangsung di Padepokan guru dan karyawan PGK Shanti Dharma, di Godean Sleman, Minggu (27/10). Dalam penyerangan tersebut setidaknya ada korban luka sebanyak tiga orang. [ian]

Sumber: Merdeka.Com 

0 komentar:

Posting Komentar