Rabu, 07 Maret 2018

Dituding PKI, Budiman Persilakan Kivlan Zen Pilih Sel Penjara

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 07/03/2018 19:50 WIB


Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko di Jakarta, 2016. Ia mempersilakan Kivlan Zen memilih sel tahanan di LP CIpinang karena sudah melontarkan tudingan ke PDIP soal PKI. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mempersilakan bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk memilih sel tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang. 

"Silakan pak Kivlan memilih satu ruangan di LP Cipinang untuk dirinya sebagai konsekuensi hukum dari fitnah-fitnahnya. Mau pakai bekas sel saya juga boleh," kata Budiman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3). 


Hal itu dikatakannya terkait dengan pernyataan Kivlan yang menuding PDIP menampung pihak-pihak yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kivlan tegas menyebut tiga nama yakni Budiman Sujatmiko, Eva Kusuma Sundari, dan Rieke Diah Pitaloka. 

Budiman, yang pernah mendekam di LP Cipinang karena tudingan subversi, membantah hal itu dan menyatakan Kivlan harus menerima konsekuensi hukum atas fitnahnya tersebut. Sebab, pernyataan itu telah menyakiti puluhan juta kaum nasionalis pengikut Bung Karno. 

"Apa tidak cukup dia [Kivlan] dan bosnya di era Orde Baru dulu sudah memperlakukan Bung Karno sebagai tahanan di ujung hidupnya serta menindas pengikut-pengikutnya? Dan dia sekarang membakar luka itu lagi," kata Budiman.


Lebih lanjut, aktivis yang pernah dipenjara pada penghujung Orde Baru itu mengatakan fitnah dari Kivlan itu merupakan upaya pembodohan massal dengan tujuan memecah belah persatuan Indonesia. 

"Pembodohan massal itu paling banyak dalam rupa fitnah. Pada orang yang punya rencana jahat pada banyak orang, kita hanya akan menyisakan etika dalam perjuangan melawannya," kata dia. 

Menurut Budiman, pernyataan Kivlan Zen tentang PKI merupakan gambaran tentang orang-orang yang terus membebani Indonesia dengan 'hantu-hantu' masa lalu. Baginya, sosok Kivlan sudah tak relevan dan tak bisa melihat kebutuhan zaman. 

Terpisah, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris meminta Kivlan Zen untuk memeriksakan kesehatan jiwanya. 

"Saya rasa Pak Kivlan Zen harus cek dulu kesehatan jiwanya sebelum ngomong. Jangan sembarang ngomong. Nanti kita akan lakukan langkah hukum kalau dia sembarang ngomongseperti itu," kata dia. 

Sebagai mantan perwira tinggi militer senior, lanjut Charles, Kivlan Zen harusnya bisa lebih bijaksana dalam melontarkan pernyataan. 

"Kami hargai kok prestasi beliau selama jadi perwira tinggi. Orang senior gini harus jadi bijaksana dong, bukan malah jadi bicara ngawur gitu," ujarnya.
 (arh)


Sumber: CNN Indonesia 

0 komentar:

Posting Komentar