Sabtu, 24 Februari 2018

Peristiwa PKI di ACEH (Occasions PKI in ACEH)Bilingual

  • Sejarah Kelam Konflik Ideologis di Serambi Mekkah

* Popon


Sebuah buku yang di cipta oleh Rusdi Sufi dan M. Munir Azis, terbitan Cv. BOEBO JAYA Banda Aceh, 2017. Buku tiga serial konflik Aceh dari masa-masa, sebanyak 194 halam dan ada 9 Bab. Sebenarnya sangat besar perjuangan dari penerbitan buku ini karena berdasar kan yang saya baca disitu ada tahun dan tanggal tercipta buku ini yaitu, Banda Aceh, 11 Agustus 2006. Namun hanya bisa beredar di kalangan pemerintahan saja, tapi sekarang sudah ada di toko buku dan sekolah-sekolah.

Sebanyak 175.000 jiwa rakyat melayang dalam peristiwa Pembantaian PKI di Aceh. “Sepanjang sejarahnya. Manusia telah membuktikan dirinya sebagai produsen penderitaan yang ulung dan konsumennya atau objeknya adalah manusia juga...”. Begitu Profesor Teuku Jacob menyimpulkan kekerasan manusia terhadap sesamanya.

Profesor Teuk Jacob adalah, seorang antropolog yang ragawi dari Universitas Gajah Mada, mendaftar ulah kekejaman tersebut dengan kata-kata yang cukup mencengangkan “penyiksaan dan penganiayaan tahan dan tawanan mengunjukkan kebengisan yang tak terbayangkan, mulai dari mencabuk, mencabut kuku, menjepit ibu jari, melilit tubuh, membakar bagian badan, menyiaram air panas, menjepit daging dengan jepitan membara, gurun dan pulau, memperbudak, memenggal kepala, menggantung, melempar dari ketinggian, mencekik, membenam kan, melempar dengan batu-batu sampai mati, menyelip, mengubur hidup-hidup, mencincang, mencurahkan cairan kedalam mulut, sampai membunuh dan memperkosa keluarganya di depan mata, menjemur, tidak memberikan, menyeret dengan kuda, membakar dalam unggun api dan sebagainya.

Sebagian besar dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyat sendiri. ”begitu sulit dapat di percaya bahwa ulah kekejaman semacam itu hampir seluruhnya di lakukan oleh rejim Orde Baru terhadap musuh politik dan mereka atas nama suatu gagasan yang begitu tinggi dan mulia, yakni Pancasila!

Pendahuluan


Peristiwa pembantaian sesama bangsa tidak dapat dilupakan, sehingga sejarah mencatatnya menjadi sebuah luka yang tergores. Pembantaian yang dilakukan Partai Komuni Indonesia telah menjadi suatu bagian kelam dalam perjalanan nasib anak bangsa sekaligus menjadikannya suatu pelajaran berharga yang akan menjadi cerminan bagi Indonesia dalam menapaki langkah-langkahnya ke depan.

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah colonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948 dan dicap rezim Order Baru ikut mendalangi pemberontakan G30S tahun 1965. Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak pernah terbukti secara tuntas, dan masih dipertanyakan seberapa jauh kebenaran tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Sumber luar memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat, melainkan di dalangin oleh Soeharto (dan CIA). Hal ini masih diperdebatkan oleh golongan liberal, mantan anggota PKI dan beberapa orang yang lolos dari pembantaian anti PKI.

Komunisme, harus dipahami, bahwa ia sangat dekat dengan rezim-rezim pemerintahan yang menindas, totaliter dan tiran. Komunisme juga sangat dekat dengan tentara-tentara revolusioner yang kejam dan brutal. Komunisme juga dekat dengan system dan kondisi perekonomian yang senjang antara satu golongan masyarakat dengan golongan yang lain, antara buruh dengan majikan, antara kuli dengan manajer, antara barjuis dan proletar. Semua ini merupakan gambaran benih komunisme. Seituasi dan kondisi inilah yang menjadi sebab, sehingga komunime pernah ada di Kamboja, Philipina, Laos, Malaysia, Indonesia, dan juga di Nepal.

Dalam kiprah nya kemudian PKI Indonesia juga memiliki cirri, watak dan metoda pergerakannya yang mirip dengan apa yang ada pada partai-partai komunis di dunia seperti yang di sebutu di atas. Pola dan metoda gerakan selalu mengedepan kan kekkerasan yang berujung pada pembunuhan lawan-lawan politiknya.


William Ebenstein, menjelaskan bahwa, di Cina RRC maupun di Russia, orang-orang Komite Central Partai Komunis sangat menyadari bahwa “ dunia baru yang terbuka” itu harus diisi dan dipilih dari kalangan anak-anak generasi buruh-buruh dan kuli-kuli yang relatif miskin. Mereka ini lah yang disebut “kaum terpilih”.

Dalam tulisan Jiuping, terdapat uraian yang jelas tentang langkah-langkah Partai Komunis (Komunisme) dalam setiap usahnya untuk melaksanakan misi dan cita-cita komunisme dunia. Di antara banyak cara yang disebutkan dalam buku itu, beberapa dari padanya dapat disebutkan sebagai berikut. 

Pertama, komunis dalam setiap gerakan langkahnya selalu melancarkan revolusi dengan kekerasan, tujuannya adalah untuk mengguling pemerintah yang berkuasa, terutama pemerintahan atau sistem politik yang tidak sesuai denan cita-citanya, kemudian menggantikan dengan rezim baru yang berjiwa marxis dan berwatak proletar. 

Kedua, komunisme selalu mencampur adukkan kebeneran dengan kebathilan, atau kebaikan dengan kejahatan. Misalnya, ketika membangkitkan semangat kaum buruh/proletar, para pemimpin revolusi selalu berkata: ” kaum buruh adalah kelas yang paling progresif, kelas yang paling ideal, paling sabar dan kelas yang tidak egois. Buruh adalah kelas paling depan dalam perjuangan untuk cita-cita revolusi, dan buruh adalah pioner-pioner kaum proletar di mana saja mereka berada. Tanpa petani yang miskin, tidak ada revolusi sejati, dan revolusi ini kita lakukan untuk membela mereka, membela orang-orang miskin”. Ini adalah kata-kata Mao Zedong yang selalu dikutip oleh tokoh-tokoh politik dari partai komunis.
Ketiga, dalam setiap gerakannya komunis selalu memanfaatkan cara-cara menghasut dan menyulut pertikaian massa. Keharmonisan yang telah ada dan tumbuh subur dalam suatu masyarakat yang tertib, baik di kota-kota dan lebih-lebih di desa-desa, kondisi ini dianggap sebagai hambatan bagi tegaknya ideology dan missi masyarakat komunisme atau masyarakat baru.
(Semua tulisan dalam artikel ini saya kutip dari buku Peristiwa PKI di Aceh)
Untuk kelanjutakan cerita Peristiwa PKI di Aceh, Sejarah Kelam Konflik Ideologis di Serambi Mekkah. Makan akan saya posting dalam 3 satu postingan tentang buku ini.

Sumber: Steemit.Com 

1 komentar:

  1. Thanks for sharing your thoughts. I truly appreciate your efforts and I will be waiting for your further post thank you once again. Nice article and pleasant arguments commented here, I am genuinely enjoying by these. If you have time you can check iTunes Gift Card

    BalasHapus