HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Selasa, 10 Oktober 2000

Sikap dan Peran Kaum Intelektual di Dunia Ketiga*

Pramoedya Ananta Toer Dunia Ketiga  Dunia Ketiga adalah belahan umat manusia yang setelah Perang Dunia II bersama dengan negerinya terbebas dari penjajahan Barat. Dengan Barat dimaksudkan juga Jepun. Penjajahan Barat diawali oleh pemburuan akan rempah-rempah Nusantara, terutama Maluku, dikembangkan melalui pengacak-acakan (kacau-bilau) seluruh dunia non-Barat, untuk dapat membawa segala yang berharga ke dunia Barat. Yang teracak-acak bukan saja mengalami perkosaan pelembagaan budaya, Iebih dari itu adalah pemiskinan yang sistematis. Pada...

Kamis, 07 September 2000

Jang Harus Dibabat dan Harus Dibangun II

Jang Harus Dibabat dan harus DibangunOleh: Pramoedya Ananta Toer (III)Bintang Timur (Lentera), 7 September 1962 Ada segolongan pengarang muda jang berpendapat bahwa dalam mengeritik sastra, orang tak boleh mengeritik pengarangnja. Sebenarnja, orang dapat menerima saran ini, sekiranja masjarakat dan manusia Indonesia adalah masjarakat dan manusia jang telah mendapatkan bentuknja, djadi bukan dalam periode transisi jang sedang membentuk dan membangun diri. Dalam periode ini sastra bukan hanja meneruskan jang sudah ada, djuga sebagaimana halnja...

Jang Harus Dibabat dan Harus Dibangun I

Jang Harus Dibabat Dan Harus Dibangun Pramoedya Ananta Toer Bintang Timur, 10 Aug, 1 Sept, 7 Sept, 12 Okt 1962Bagian I: 10 Aug, 1 Sept Tahun 1953, atau 10 th. jl, merupakan perkisaran jang penting terutama dalam dunia sastra Indonesia. Pada th. itu nampak benar berapa galangan jang dengan penuh kesabaran dibangunkan oleh Sticusa, bagian demi bagian mulai berhasil. Pemerintah Belanda jang mulai ragu2 tentu manfaat kerdja Sticusa bagi keuntungan keuangan diwaktu dekat mendatang dengan gopahgapah hendak menarik djatah dana dari Dana Bernhard...

Jumat, 21 Juli 2000

Sudisman: Uraian Tanggung Jawab

Sudisman, Jakarta 21 Juli 1967 Sdr Hakim Ketua dan para Hakim yang terhormat. Sdr Oditur dan Oditur-Oditur Pengganti yang terhormat. Sdr-Sdr Pembela yang terhormat. Dalam sidang Mahkamah Militer Luar Biasa dengan singkatan MAHMILUB ini, izinkanlah saya menyampaikan terimakasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan pada saya untuk menyampaikan perasaan dan pikiran, dan mengemukakan Pokok-Pokok Persoalan sebagai berikut: POKOK PERTAMA : PENGANTAR Sdr Hakim Ketua yang terhormat. Untuk sempurnanya sesuatu masalah biasanya diiringi oleh...