Jumat, 24 Juli 2009
Beberapa Catatan Untuk Diskusi Peristiwa Madiun 1948
10.54
Anti Orba, Article, Kliping, Kliping #65, Materi, Sejarah, Sejarah #Gerwani, Tragedi
No comments
Friday, July 24, 2009
Buku Soemarsono ini penting
bukan hanya untuk meninjau ulang narasi utama dari negara (pemerintah
orba atau tentara) tentang Peristiwa Madiun 1948, tapi juga mengkritisi
‘narasi resmi’ dai PKI, partainya sendiri menyangkut peristiwa 1948.Buku
Soemarsono ini unik karena dia secara terus terang berani keluar dari
sikap resmi patainya tekait dengan kejadian tersebut.Mengkritisi “Narasi Resmi” PKIAda dua hal Fakta penting menyangkut penerbitan buku ini terkait dengan sikap resmi PKI atas Peristiwa Madiun;Pertama;
Sepertinya...
Pengakuan Seorang Anak tentang Siapa Ayahnya
Friday, Juli 24, 2009
Hal yang perlu diketahui dari keinginan orang-orang yang
mengharapkan mengenal pribadi seorang Soemarsono dari kehidupan keluarganya.
Pengalaman saya sebagai salah satu anak dari seorang Soemarsono yang
merupakan tokoh pelaku sejarah dalam buku Revolusi Agustus, sungguh sangat
membuat saya semakin menyadari akan nilai-nilai hidup; bahwa tak seorangpun
manusia dapat bahkan sanggup mengerti dan memahami manusia lain, kecuali Tuhan
yang Maha Tahu, Maha Pengasih dan Adil, dimana keadaan seperti ini Tuhan
mengijinkan...
Beberapa Catatan Untuk Diskusi Peristiwa Madiun 1948
Teater Utan Kayu, Jumat, 24 Juli 2009
Buku Soemarsono ini penting bukan hanya untuk meninjau ulang narasi utama
dari negara (pemerintah orba atau tentara) tentang Peristiwa Madiun 1948, tapi
juga mengkritisi ‘narasi resmi’ dai PKI, partainya sendiri menyangkut peristiwa
1948.Buku Soemarsono ini unik karena dia secara terus terang berani keluar dari
sikap resmi patainya tekait dengan kejadian tersebut.
Mengkritisi “Narasi Resmi” PKI
Ada dua hal Fakta penting menyangkut penerbitan buku ini terkait dengan sikap
resmi PKI atas Peristiwa...
Mendengarkan Narasi Lain

Friday, July 24, 2009
Membaca buku Revolusi Agustus karya Soemarsono
Baskara T. Wardaya
DALAM mengkaji suatu peristiwa historis tertentu dengan bertolak pada kesaksian seorang pelaku sejarah, secara prinsip kita perlu memilah antara “apa yang terjadi” dengan “apa yang diingat oleh pelaku sejarah tentang apa yang terjadi”. Perlu dibedakan antara “peristiwa” dan “ingatan akan peristiwa”.
Dalam kaitan dengan ini tak...
Langganan:
Postingan (Atom)