HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Rabu, 30 Juni 2010

Beberapa Pendapat Berdasarkan Pengalaman akan Gerakan Wanita Revolusioner

oleh : Sulami I. Berdirinya sebuah organisasi wanita revolusioner sangat diperlukan oleh gerakan revolusioner pada masa setelah perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan (1950), karena organisasi merupakan wadah dalam gerakan memperjuangkan cita-cita. Oleh karena itu wanita-wanita revolusioner yang kebanyakan pernah bergerak dibawah tanah selama pendudukan Belanda dan ikut serta dalam perjuangan bersenjata, berusaha untuk membangun suatu organisasi wanita revolusioner sebagai wadah untuk dapat menampung gerakan dan melancarkan perjuangan revolusioner...

Jumat, 25 Juni 2010

Napak Tilas Tapol

JAKARTA, 25/6 - NAPAK TILAS. Eks tahanan politik (tapol) Bedjo Untung (kiri), bersama rekannya memberi keterangan sejarah kepada para aktivis dan penduduk setempat saat menggelar napak tilas di bekas salah satu lokasi kerja paksa dan tempat penyiksaan tapol 1965-1979, di kawasan Babakan, Tangerang, Banten, Jumat (25/6).  Napak tilas eks tapol di kamp konsentrasi ladang kerja paksa Tangerang itu digelar dalam rangka memperingati Hari Anti...

Sabtu, 05 Juni 2010

Buah Tangan Bujang Parewa

Sabtu, 5 Juni 2010 | 11.01 WIB | Oleh Iwan Komindo*) Nusa Kambangan, 1979 “Kita segera bebas,” bisik Ragil. Kumis tebalnya menggelitik daun telinga Bujang Parewa. “Ah… geli ah,” gerutu Bujang Parewa seraya mundur beberapa langkah dan menggosok-gosok daun telinga. “Aku serius! Kita dapat amnesti internasional. Tahun 1979 ini seluruh tahanan dapat ampunan,” lanjut Ragil meyakinkan. Dia tetap berbisik. Kali ini matanya membelalak menatap Bujang Parewa dalam-dalam guna mempertegas kabar yang dibawa itu benar adanya. Sejurus kemudian, wajahnya...

Selasa, 01 Juni 2010

Senandung Bisu 1965

1 June 2010 | Ahmad Yunus DI TENGAH kebun jambu mete, Leonardo Lidi, 57 tahun bersenandung. Nadanya terdengar lirih. Musik yang mengiringinya hanya bebunyian suara alam. Dari suara jangkrik hingga gonggongan anjing yang menyalak keras. “Lagu ini diiringi dengan tabuh. Saya bisa mainkannya,” Katanya kepada saya. Udara terasa dingin. Nyamuk-nyamuk mulai menyedot darah di betis dan tangan. Leonardo Lidi memakai pakaian adat. Atasannya berwarna biru menyala dan memakai sarung tenun ikat. Saya tidak mengerti dengan liriknya. Ia seperti...