“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
12 Februari 2011
Mochtar Lubis, Pendiri harian Indonesia Raya
Saya beruntung pernah menjadi wartawan pada harian Indonesia Raya. Tidak lama, hanya lima tahun, karena umur koran tersebut periode kedua memang sesingkat itu. Akan tetapi, dalam tempo sependek itu saya mengecup banyak pengetahuan dan mengecap bermacam-macam pengalaman. Di antaranya pernah mendapat amplop empat ratus perak dan melakukan perjalanan jurnalistik...
7 Februari 2011 | 18:35
Sembilan puluh dua tahun yang silam. Di Surakarta
tersiar kabar mengenai rencana debat antara Haji Misbach dan
Martodharsono. Jauh-jauh hari, kedua tokoh ini sudah saling serang di
media masing-masing: Haji Misbach dengan “Medan Moeslimin”, sedangkan
Martodharsono dengan koran “Djawi Hiswara”-nya.
Atas titah dari Tjokroaminoto, pemimpin utama Sarekat Islam (SI) kala
itu, sebuah vergadering akbar akan segera dilakukan...