“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Hasan Kurniawan
Selasa, 31 Desember 2013 − 10:38 WIB
Ilustrasi (dok:Istimewa)
GAGALNYA pemberontakan
rakyat tahun 1926-1927 sangat merugikan gerakan komunis di Indonesia.
Ribuan kaum komunis dibuang ke Digul, ratusan tokohnya ditangkap, dan
beberapa di antaranya dihukum mati.Sejak saat itu, terjadi
kekosongan gerakan melawan kolonialisme di Tanah Air. Kekosongan itu
langsung di isi kaum nasionalis dan sosialis....
Hasan Kurniawan | Senin, 30 Desember 2013 − 10:41 WIB
Amir Syarifuddin Harahap (dok:Istimewa)
NAMANYA Amir Syarifuddin Harahap.
Dia lahir dari keluarga Batak Islam, di Medan, Sumatera Utara, pada 27
April 1907. Dia merupakan anak pasangan Djamin Baginda Soripada Harahap
dan Basunu Siregar.
Masa kecilnya, dihabiskan di Medan. Dia
menamatkan sekolah dasarnya di ELS dan tamat tahun 1921. Pada tahun
1926, dia diberangkatkan...
Jumat, 27 Desember 2013 | 18:55 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai (kiri), dan Wakil LPSK, Hasto Atmojo Suryo menyampaikan laporan setahun kinerja lembaga tersebut di Jakarta, Jumat (27/12). Berdasarkan data LPSK, dari 1.555 permohonan perlindungan, 1.151 permohonan berasal dari korban pelanggaran HAM berat. LPSK memperkirakan tahun 2014 jumlah permohonan meningkat terkait Pemilihan Umum. Kompas/Lucky...
Minggu, 22 Desember 2013 08:14:06 | Wayan Diananto
TABLOIDBINTANG.COM -
SEMARANG, Sabtu, 7 Desember 2013. Beberapa menit sebelum penerima Piala Citra Pemeran Utama Pria Terbaik diumumkan, Tio Pakusadewo bicara empat mata dengan Reza.
"Gue percaya lo yang menang. Gue punya keyakinan itu. Dan gue akan berjuang untuk itu. Gue support dan berdoa buat lo. Tapi kalau lo gak menang, gak papa, ya?" kata Tio, hati ke hati. Ucapan Tio membuat...
Oleh : Tempo.Co
Selasa,
17 Desember 2013 17:13 WIB
Mustofa Bisri. TEMPO/Dimas Aryo
Yogyakarta - Suatu
kali, saat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masih menjabat Presiden RI,
cendekiawan muslim Muhammadiyah, Habib Chirzin, mengaku sempat bepapasan dengan
rombongan kepresidenan saat berziarah ke makam nabi di Masjid Nabawi,
Madinah. Setelah lewat tengah malam, ketika rombongan...
Yudi Anugrah Nugroho
Kamis 12 Desember 2013 WIB
Pada suatu masa, karena kesamaan tujuan, Islam dan komunisme bersatu melawan penindasan.
Haji Misbach.
ISLAM dan Marxisme merupakan dua hal berbeda, bahkan bertentangan. Islam adalah agama yang ajaranya dapat diterima dan ditolak berdasarkan iman atau kepercayaan, sedangkan Marxisme sebagai suatu teori ilmiah yang diterima atau ditolak berdasarkan penalaran rasional dan obyektif. Kebenaran...
December 12, 2013
Bagaimana Kami
Menghancurkan Sukarno?
Kantor
Luar Negeri Inggris menggunakan “trik kotor” dalam ‘membantu menggulingkan
Presiden Indonesia Soekarno, pada tahun 1966. Selama 30 tahun, setengah juta
orang telah tewas.
Pada musim gugur 1965, Norman Reddaway (George
Frank Norman Reddaway) seorang yang terpelajar dengan karir yang bagus di
Kantor Luar Negeri Inggris, mendapat brifing untuk suatu misi...