“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
30 Juni 2013
Pembunuhan massal pada 1965 diperkirakan merenggut sekitar satu juta nyawa
Organisasi hak asasi manusia, Tapol, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengakui kebenaran atas peristiwa pembunuhan massal pada 1965 di Indonesia.
Dalam kampanye Say Sorry for ‘65atau Minta Maaf untuk ’65, yang diluncurkan akhir Juni ini, Tapol juga berharap dapat membangun kesadaran masyarakat atas peristiwa 1965.
Mereka mengajak dukungan...
Oleh: Ki Tristuti Rachmadi | 27 Juni 2013
Hadirin dan para peserta konferensi yang terhormat:
Saya Tristuti Rachmadi dari Solo, Indonesia. Hari ini Sabtu, 7 April 2001,
dan saya di sini memenuhi undangan panitia untuk konferensi “History and Memory
in Contemporary Indonesia”, yang diselenggarakan oleh Center for Southeast
Asian Studies di University of California, Los Angeles.
Saya bahagia memeroleh kesempatan ini, dan ingin menyampaikan...
25 Juni 2013 | 8:52
Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mantan Presiden Republik
Indonesia, pernah berujar, “UUD 1945 itu adalah instrumen untuk memenuhi
kebutuhan orang banyak.” Karena itu, Gus Dur menganggap UUD 1945 sangat
dekat dengan cita-cita sosialisme.
Pernyataan Gus Dur itu bukan hal baru. Memang, ketika kemerdekaan
negeri ini masih diperjuangkan, hampir semua pemimpin pergerakan
bersepakat bahwa ekonomi Indonesia merdeka...
Allan Akbar
Selasa 23 Juli 2013 WIB
Sebelum diperingati Hari Anak Nasional, Indonesia telah memperingati Hari Anak Internasional yang diperkenalkan oleh Gerwani.
Peringatan Hari Anak Internasional di Indonesia pada 1 Juni.
SETIAP tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional. Soeharto menetapkan peringatan ini dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 44/1984. Menurut Keppres tersebut, tujuan dari peringatan Hari Anak Nasional adalah...
Bonnie Triyana
Jum'at 21 Juni 2013 WIB
Mengawal Presiden Sukarno sejak 1962. Pernah jadi kapten timnas Indonesia. Dipenjara Orde Baru tanpa proses pengadilan.
Maulwi Saelan (mengenakan baret) sebelah kanan Presiden Sukarno dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Korea Utara.
MAULWI Saelan, 87 tahun, mantan wakil komandan Tjakrabirawa, pasukan penjaga Presiden Sukarno, masih ingat suatu hari di tahun 1966. Sambil membawa secarik surat dia menghadap...
June 19, 2013
Oleh: Dita Anggreani/11140110041
Dor, dor, dor! Dor, dor, dor! Berondongan peluru itu ditembakan oleh tentara Cakrabirawa di depan kamar tidur AH. Nasution. Empat diantaranya mengenai Ade yang saat itu digendong oleh Mardiah, adik Pak Nas. Peluru itu menghancurkan limpa anak perempuannya yang masih berusia lima tahun itu, dua lainnya mengenai tangan Mardiah.
Hari masih terlalu pagi untuk sebuah keributan dalam rumah sederhana...