“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
25 AGUSTUS 2013 | 18:36
Ia adalah sosok wanita yang berjuang bagi kebebasan kaumnya dari segala bentuk ketertindasan. Ia juga bertekad memperjuangkan cita-cita Revolusi Agustus 1945, yakni mengakhiri imperialisme dan feodalisme, demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Melalui Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), sebuah organisasi wanita revolusioner pada masanya, wanita kelahiran Sragen ini memperjuangkan...
Ahad, 25 Agustus 2013, 10:00 WIB
Red: A.Syalaby Ichsan
Belitong Cap Merah (Bagian 1)
Oleh Selamat Ginting (Wartawan Senior Republika)
Dipa Nusantara Aidit
Mengapa seorang remaja dari
keluarga yang dibesarkan dalam ajaran Islam yang kuat, kemudian tertarik
dengan paham yang dilarang di Indonesia?
REPUBLIKA.CO.ID, Tanpa terasa, rombongan 'Jelajah Republika'...
Bonnie Triyana
Jum'at 23 Agustus 2013 WIB
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Efrain Rios Montt, diktator Guatemala.
PEDRO Chavez Brito masih berusia sekira 6-7 tahun ketika sekelompok serdadu membunuh ibunya. Semua berlangsung di depan matanya. Dia, bersama kakak perempuan dan adik lelakinya yang masih bayi, hanya bisa menangis melihat kekejian...
12 August 2013 | Sayfa Auliya
Achidsti
SEBELUM memasuki perbincangan inti tulisan ini, saya
ingin sedikit membahas salah satu novel yang telah saya baca beberapa kali
tanpa bosan, Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, penulis asal
Banyumas (Jawa Tengah). Bagi saya, novel percintaan yang berlatarbelakang
sejarah, dan dibungkus dengan gaya tutur yang ‘analitis’ ini adalah salah satu
novel yang memiliki kekuatan untuk membuka mata kita atas apa yang terjadi pada
sejarah bangsa Indonesia, terutama pada era tahun 1960-an.
Keberanian...