HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Senin, 24 Februari 2014

Seabad RM Djajeng Pratomo: Pejuang yang Terlupakan

Dia berkampanye memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, bergerilya-kota melawan Nazi-Jerman, serta membela kemerdekaaan Indonesia saat agresi Belanda. Aboeprijadi Santoso, Kontributor/Amsterdam Senin 24 Februari 2014 WIB RM Djajeng Pratomo di usia tua (kiri) dan mengenakan kostum tari Jawa (kanan).  Foto: Aboeprijadi Santoso. RADEN Mas Djajeng Pratomo genap seabad pada 22 Februari 2014. Hidup mandiri di apartemen di desa ‘t Zand...

Biografi Haji Mohammad Misbach – Penulis Api di “Ladang” Petani

8:41 AM “Kita wajib membikin peraturan guna membongkar fitnah, tanpa memandang apa bangsa dan agamanya.”[1] – Mohammad Misbach Misbach berseru kepada kaum Muslim untuk fisabillilah melawan penindasan. Rentang waktu antara bulan Desember 1918 hingga 7 Mei 1919, Misbach membikin tulisan-tulisan provokator, mencoba menggerakkan kaum Muslimin, dalam hal ini petani. Tulisannya mengajak massa petani bersatu-padu menggalang kekuatan lewat...

Minggu, 23 Februari 2014

Kisah Thaib Adamy dan eksistensi PKI di Aceh

Minggu, 23 Februari 2014 15:40 | Reporter : Afif Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). ©2012 Merdeka.com/Ari Basuki Merdeka.com - Keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Aceh nyaris tidak diketahui oleh masyarakat banyak. Sejarah sepak terjang partai dimusuhi oleh Orde Baru (Orba) ini tidak muncul dan tidak banyak dibicarakan di negeri syariat ini. Bahkan mahasiswa dan pelajar lainnya tidak mengenal...

Penyintas Tragedi 1965 Menulis untuk Memulihkan Ingatan

Penulis: Ignatius Dwiana - 07:27 WIB | Minggu, 23 Februari 2014 Dari kiri ke kanan, Basuki Raharjo, Indro Suprobo, dan moderator Ruth Indiah Rahayu. (Foto: Ignatius Dwiana) JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kuatnya tekanan tidak menghilangkan ingatan. Tetapi dapat membuat orang kehilangan kata-kata tentang riwayat kehidupan keluarga untuk sementara. Hal ini dialami Basuki Raharjo. Basuki Raharjo mempunyai bapak seorang anggota PETA (Pembela...

Kamis, 20 Februari 2014

Tan Malaka Dan Islam

20 Februari 2014 | 21:22 Sosok Tan Malaka memang pantang surut. Kendati sudah lama mati berkalang tanah, tetapi pikirannya masih sangat ‘diwaspadai’. Seperti katanya sendiri: “Dari dalam kubur suaraku akan jauh lebih keras daripada diatas bumi.” Tanggal 7 Februari lalu, acara bedah buku Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia jilid IV, yang sedianya digelar di Perpustakaan C2O di Jalan Dr Cipto, Surabaya, gagal terlaksana. Penyebabnya,...

Sabtu, 15 Februari 2014

Martin Aleida: Takdir Sastra Adalah Membela Korban

15 February 2014 | Fathimah Fildzah Izzati POGROM ’65 bukan hanya sekedar menghancurkan gerakan massa yang kuat, lebih dari itu adalah dihancurkannya karakter kebangsaan yang penuh dengan harga diri. Suatu karakter kebangsaan yang menempatkan nilai-nilai solidaritas, kesetaran, keadilan sosial sampai dengan kemandirian dalam kesadaran normatif masyarakatnya. Tidak heran, jika pasca ’65 Indonesia hampir bisa dikatakan kehilangan...