HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Kamis, 13 Maret 2014

Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer, Bongkar Kejahatan 65?

13 Maret 2014 Rika Prasatya, peneliti di Forum Dialog (Fordial), Jakarta Setiap tanggal 8 Maret, diperingati sebagai hari perempuan internasional yang nuansanya tampaknya ingin menonjolkan dan menggambarkan permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di berbagai negara, termasuk perjuangan kaum perempuan dalam menuntut hak-haknya. Dalam skala global, khususnya untuk memperjuangkan “pembelaan” terhadap nasib perempuan yang kurang beruntung,...

Senin, 10 Maret 2014

Tan Malaka & TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966

Hasan Kurniawan | Senin, 10 Maret 2014 − 05:17 WIB Ilustrasi (dok:Istimewa) SETELAH sekian lama terkubur, nama Tan Malaka kembali muncul kepermukaan. Seketika, masyarakat Indonesia kembali diingatkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 yang berisi tentang larangan paham komunisme di Indonesia. Tan Malaka dan PKI merupakan satu napas yang tidak bisa dipisahkan. Seperti diungkapkan Djamaluddin Tamin,...

Sabtu, 01 Maret 2014

Kisah Djajeng Pratomo di Kamp Nazi [1]

Oleh :  Tempo.co |  Sabtu, 1 Maret 2014 11:40 WIB Djajeng Pratomo di rumah Panti Wreda (Zorgcentrum) De Zandtee, Schagen, Belanda, 2 Februari lalu.Tempo/Lea Pamungkas Amsterdam- Perlawanan terhadap fasisme Jerman pada 1940-an melibatkan beberapa aktivis Perhimpunan Indonesia di Belanda. Mereka saat itu juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah seorang aktivis itu bernama Djajeng Pratomo. Ia tinggal di Belanda....