“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Oleh AGUS HILMAN - Maret
12, 2008
MENDENGAR Pulau Buru, bulu kuduk berdiri. Di sana,
ribuan orang dibuang dan disiksa, karena dituduh oleh pemerintah Orde Baru
sebagai antek partai komunis yang paling dimusuhi oleh rezim tersebut selama
kekuasaannya. Di pulau yang dirimbuni pohon-pohon minyak kayu putih itu pula,
seorang punggawa sastrawan bangsa, Pramoedya Ananta Toer di buang karena
ketajaman karya-karya sastranya dianggap dapat...
11 Maret 2008
“…Orang orang PKI bertuhan. Kami memeluk agama masing
masing. Agama itu sifatnya pribadi. Saya mendapat contoh dari Nabi Muhammad
tentang bagaimana beliau memberikan cinta kasih, bahkan terhadap musuhnya
sekalipun. Hal itu saya jadikan pegangan hidup.”
Ungkapan ini meluncur begitu saja dari bibir mantan Ketua
Gerwani Cabang Blitar, Put Mu’inah (73 tahun), saat ditanya apakah benar orang
PKI anti Tuhan. Put Mu’inah adalah aktivis organisasi yang berafiliasi ke PKI,
dan turut merasakan pedihnya tragedi 1965. Seperti kebanyakan rakyat...
MONDAY, MARCH 10, 2008
Berhulu pada soal pelajaran sejarah, bermuara di sidang pengadilan. Berdamai dengan masa lalu masih sekadar angan.Sepertinya pita kaset lagu lama sedang diputar ulang di negeri kita tercinta ini. Tapi sayang, pita kaset terlalu kusut untuk dapat distel lagi. Kebebasan berekspresi yang jadi cita-cita utama reformasi 1998 diciderai dengan pengadilan Bersihar Lubis, wartawan senior yang menulis opini tentang pelarangan buku sejarah oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Dalam tulisannya di Koran Tempo, 17 Maret 2007 ia menyitir...