HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Jumat, 23 September 2011

#7 Tulungagung: Interogasi Teluk Brumbun

23 September 2011 29 Agustus 2011 | Tulungagung | Km 240 | Pkl 15.36 Di Kebonsari, Punung, Pacitan, hanya karena sering ngrawit gending genjer-genjer, seorang seniman Lekra disembelih.Sebelum eksekusi penyembelihan itu, warga yang merindukan suara sang guru itu meminta didendangkan satu tembang: Dandanggula. Justru dari Tulungagung, saya mengetahui cerita itu. Saya menuju Tulungagung dengan perasaan bahagia. Selain lurus jalannya dari Trenggalek, juga kota ini lumayan akrab; walau tahun 2008, ketika menuju Kediri, saya dibuangnya ke barat...

Minggu, 18 September 2011

#6 Trenggalek: Kesepian di Alun-Alun

18 September 2011 | Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Trenggalek | Km 207 | Pkl 14.30 Sejak di kecamatan Sawoo, Ponorogo, saya sudah berpikir keras, jejak merah yang seperti apa yang bisa saya tuliskan tentang Trenggalek di seberang bukit itu. Sejak rambu bahwa di hadapan saya ada gundukan bukit yang harus dilalui, saya masih belum bisa mengumpulkan ingatan, potongan-potongan kisah yang tragis macam bagaimana yang menimpa kaum merah...

Kamis, 15 September 2011

#5 Ponorogo (Bag 2): Musso Yang Dibakar di Ponorogo

15 September 2011 | Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Ponorogo | Km 155 | Pkl 12.45 Ponorogo, 31 Oktober 1948, di sebuah Minggu yang terik, sebuah tragedi mengenaskan terjadi. Musso, Sekertaris Jenderal PKI, ditembak mati di sebuah kamar mandi. Mayatnya lantas dibawa ke Ponorogo. Di sana, mayat yang disimbahi darah dan luka itu dipertontonkan. Dan…. dibakar! Paragraf pembuka yang tragik itu saya kutipkan dari review kawan Zen RS atas booklet propaganda Jalan Baru Musso. Saya tidak tahu dari mana kutipan itu didapatkannya. Mungkin dari...

Rabu, 14 September 2011

#5 Ponorogo (Bag 1): Kongres Reog Lekra

14 September 2011 | Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Ponorogo | Km 155 | Pkl 12.45 Memasuki gerbang selatan Ponorogo, Jawa Timur, disambut pintu terbuka bertartalkan aksara: Ponorogo Bumi Reog. Pintu itu berada dalam barisan kayu-kayu jati yang tumbuh menusuk langit. Di suatu masa, ada keyakinan Lekra dan budayawan merah bahwa kesenian rakyat Reog haruslah abadi. Karena itu rakyat Ponorogo bersatu. Ada sikap dan optimisme kuat dalam Musyawarah Reog pada Februari 1965 Pertemuan pelopor yang dikerjakan dengan sepenuh kesadaran. Jauh sebelum...

Selasa, 13 September 2011

#4 Wonogiri (Bag 4): Pembuangan Akhir Mayat-mayat Merah

13 September 2011| Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Purwantoro | Km 198 | Pkl 12.02 Jika terminal Purwantoro adalah persinggahan “akhir” banyak bus besar dari pelbagai jurusan seperti Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, bahkan beberapa kota di Sumatera, maka rumah Mas Yahya Perwita di belakang terminal bus Purwantoro, Wonogiri, itu menjadi persinggahan terlama dalam perjalanan mudik saya yang bertajuk #syawalitumerah. Dua jam saya beristirahat di belakang gereja jawa itu. Ya, saya datang sekira pukul 10 dan berangkat lagi pukul 12 setelah...

Senin, 12 September 2011

#4 Wonogiri (Bag 3): Kuburan Merah

12 September 2011 | Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Purwantoro | Km 198 | Pkl 10.10 Jawa menjadi kuburan bagi PKI dan simpatisannya.Dalam sepotong dialog film propaganda yang terus diputar rezim militer-dagang Suharto, Aidit (Syubah Asa) tampak mengepalkan tangan kiri penuh yakin bahwa pertarungan sejati dan habis-habisan di Jawa, lantaran Jawa adalah kunci. Dan kita tahu kemudian Jawa juga menjadi kuburan bagi keyakinan itu. Yahya Perwita dari belakang terminal bus Purwantoro, Wonogiri, menyimpan cerita dua kuburan yang tertutur oleh...

#4 Wonogiri (Bag 2): Kisah-Kisah Perburuan

12 September 2011 | Muhidin M Dahlan  29 Agustus 2011 | Purwantoro | Km 198 | Pkl 10.10 Kisah-kisah mereka yang dituduh merah, disangkakan PKI, dihimpun Yahya Perwita dari belakang terminal bus antara tahun 2002-2004. Dari Purwantoro, Wonogiri, kisah orang-orang dilumpuhkan suara itu terabadikan. Walau masih samar dengan ketakutan yang masih mengiang. Inilah cerita Mbah Darso, Mbah Kimin, Mbah Sarno, dan Mbah Tiyem. Cerita Mbah Darso “Langsung bawa saja ke penjara!” Dan akhirnya tibalah kami di penjara. Tanpa ba bi bu, kecuali aku...

Minggu, 11 September 2011

Tokoh PKI Hasan Raid : “G30S/SOEHARTO, BUKAN G3OS/PKI”

September 11, 2011 Berikut adalah tulisan tokoh PKI Hasan Raid alm (dengan nama samaran Sulangkang Suwalu) yang berjudul « G30S/Soeharto, bukan G30S/PKI », dan disiarkan di berbagai mailing-list Tulisan ini diambil dari apakabar@access.digex.net , 8 Agustus 1998 G30S/SOEHARTO, BUKAN G3OS/PKI « Sudah hampir 2 bulan Soeharto dipaksa berhenti sebagai presiden oleh kekuatan mahasiswa dan rakyat. Dengan demikian gagallah rencananya untuk terus menjadi Presiden sampai dengan 2003. Sementara itu 21/2 bulan lagi adalah hari genapnya 33 tahun meletusnya...