“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Jumat, 31 Mar 2017 21:14 WIB - Arie Nugraha
Ada indikasi penghilangan kuburan massal korban
pelanggaran HAM 65
Seminar Pengungkapan
Kebenaran dan Jalan Berkeadilan Bagi Korban 1965-1966 dan sesudahnya, digelar
di Kampus Universitas Parahyangan, Bandung, Jumat, 31 Maret 2017. (Arie
Nugraha/KBR)
KBR, Bandung- Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan
(YPKP) 1965 menyebut jumlah kuburan massal kejahatan HAM 65 bertambah dari 121
menjadi...
Arie Nugraha | Jumat, 31 Mar 2017 21:14 WIB
Seminar Pengungkapan Kebenaran dan Jalan Berkeadilan Bagi Korban 1965-1966 dan sesudahnya, digelar di Kampus Universitas Parahyangan, Bandung, Jumat, 31 Maret 2017. (Arie Nugraha/KBR)
Ada indikasi penghilangan kuburan massal korban pelanggaran HAM 65
Bandung- Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 1965 menyebut jumlah kuburan massal kejahatan HAM 65 bertambah dari 121 menjadi 130 titik...
Victor Maulana
Kamis, 30 Maret 2017 − 18:59 WIB
Indonesia, pada bulan Mei mendatang akan mendapat evaluasi mengenai situasi HAM oleh Dewan HAM PBB. Foto/IstimewaJAKARTA - Indonesia, pada bulan Mei mendatang akan mendapat evaluasi mengenai situasi HAM oleh Dewan HAM PBB. Sidang yang akan berlangsung di Jenewa, Swiss tersebut dilakukan setelah Indonesia mengajukan diri untuk dievaluasi. Menurut keterangan Direktur...
Bimo Wiwoho , CNN Indonesia
Rabu, 29/03/2017 20:21 WIB
Jakarta, CNN Indonesia
--
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
mengungkapkan keterbatasan anggaran menjadi faktor utama
berkurangnya pelayanan kesehatan kepada korban pelanggaran HAM tahun
1965.LPSK merupakan lembaga yang ditunjuk untuk memberikan pendampingan rehabilitasi medis...
Reporter: Petrik Matanasi | 24 Januari, 2017
Kampanye Partai Komunis Indonesia pada September 1955. LIFE/Howard Sochurek
Sayid Ahmad Sofyan Baraqbah asal Banjarmasin adalah anggota parlemen di era Sukarno dan menjadi gerilyawan buruan ABRI di masa Orde Baru. Dia salah satu keturunan Nabi atau yang biasa disebut sebagai sayid.
tirto.id - Siang 12 Januari 1974 itu, Sofyan dan A Siong sedang menikmati makan siang....
Aulia Bintang , CNN Indonesia | Selasa, 21/03/2017 04:51 WIB
Mantan Menteri Kehakiman Muladi menyebut penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang tersendat akan menimbulkan ketidakadilan baru bagi para korban. (ANTARAFOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Menteri Kehakiman Muladi meminta pemerintah mengambil sikap yang pasti terkait berbagai kasus pelanggaran HAM berat. Menurutnya, pemerintah harus berani menyelesaikan kasus-kasus...
Rakhmatulloh
Senin, 20 Maret 2017 - 14:50 WIB
Ilustrasi kasus HAM. Foto/SINDOphoto/DokJAKARTA - Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Muladi mengakui, kehadirannya bertemu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, untuk membahas kasus pelanggaran HAM masa lalu."Sekarang ini perlu ketegasan pemerintah. Kalau tidak memenuhi syarat untuk masuk kriteria pidana, jawab saja," kata Muladi...
Reporter: Windu Jusuf | 20 Maret, 2017
Pengunjung sedang mengamati karya
Temuan dan bukti-bukti pelanggaran HAM berat 1965 harus ditindaklanjuti Komnas HAM.
tirto.id - Upaya menuntut lembaga negara menindaklanjuti temuan-temuan terkait tragedi 1965 terus bergulir. Komnas HAM didesak untuk secara serius menindaklanjuti berbagai temuan dan bukti-bukti pembantaian 1965.“Setelah pembacaan putusan IPT (International People's Tribunal),...
LB Ciputri Hutabarat
Senin, 20 Maret 2017 | 09:59
Anggota Komnas Perempuan Mariana Amirudin/MI/Usman Iskandar
Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang Mahkamah Rakyat Internasional bagi kejahatan serius 1965-1966 atau International People's Tribunal (IPT) memutuskan ada 9 unsur kejahatan manusia dalam pemerintahan Indonesia 1965-1966. Sidang yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda pada 10-13 November tersebut bahkan menyimpulkan adanya...
Yudi Rakhman, Eli Kamilah | Senin, 20 Mar 2017 08:18 WIB
Kuburan Massal 65/66. (Foto: KBR/Yudha S.)
"Berdasarkan laporan si A ini adalah kuburan massal korban 1965 atau 1948. Nanti itu kita sampaikan kepada misalnya pemerintahan desa untuk menjaga itu"
Jakarta- Komisi Hak Asasi Manusia akan mengecek keberadaan kuburan massal korban pelanggaran 1965 dan 1958. Menurut Anggota Komnas HAM Siti Noor Laila, pengecekan di lapangan untuk...
Patricia Saraswati, CNN Indonesia
Minggu, 19/03/2017 ; 20:18
Para korban Tragedi 1965. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban pelanggaran hak asasi manusia pada Tragedi 1965 kecewa dengan kinerja Komnas HAM. Salah satu korban sekaligus Ketua Yayasan Penelitan Kasus Pembunuhan (YPKP) 1965/1966, Bedjo Untung menilai komisoner Komnas HAM saat ini tidak mampu melanjutkan rekomendasi periode sebelumnya.Dia...
Kristian Erdianto
Kompas.com - 19/03/2017, 19:43 WIB
Perwakilan dari International Peoples Tribunal (IPT) 1965, Yayasan
Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Komnas Perempuan kembali
mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan kasus peristiwa
1965 dalam konferensi pers di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta
Pusat, Minggu (19/3/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
JAKARTA, KOMPAS.com...