HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Senin, 30 Juli 2018

Religiusitas Aidit, Tragedi Abdullah

Oleh: Iswara N Raditya - 30 Juli 2018 DN Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, bernama asli Ahmad Aidit dan berasal dari keluarga Muslim taat. Abdullah Aidit menginap di rumah anak sulungnya, Achmad, di Jalan Pegangsaan Barat Nomor 4, Jakarta pada malam jahanam 30 September 1965. Ia menyaksikan puteranya pergi bersama tiga orang tentara. Achmad yang dimaksud tidak lain adalah Dipa Nusantara (D.N.) Aidit, Ketua...

Pemerintah Akan Bentuk Tim Gabungan Terpadu Tentang Penyelesaian Dugaan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Senin 30/7/2018, 18.31 WIB Penulis: Dimas Jarot Bayu | Editor: Yuliawati Tim dibentuk untuk membedah berbagai kendala dan mencarikan solusi penyelesaian kasus HAM masa lalu. Menko Polhukam Wiranto (kiri). Pemerintah bakal membentuk tim gabungan terpadu untuk menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. Tim ini dibentuk untuk membedah berbagai kendala dan mencarikan solusi penyelesaian kasus...

Maemunah, wanita penakluk hati Pramoedya Ananta Toer

30 Juli 2018 12:52 | Yeni Endah Hubungan cinta antara Pramoedya Ananta Ter dan Maemunah adalah cinta tanpa syarat, suatu hubungan yang sederhana, indah tanpa pretensi. Maemunah, istri seorang penulis legendaris Pramoedya Ananta Toer berasal dari keluarga kaya. Maemunah adalah keponakan pahlawan nasional, Muhamammad Husni Thamrin. Ketika Maemunah menikah dengan Pramoedya Ananta Toer, Maemunah diboyong ke rumah kontrakan di Utan Kayu....

Sejarah Indonesia | Religiusitas Aidit, Tragedi Abdullah

Oleh: Iswara N Raditya - 30 Juli 2018 DN Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, bernama asli Ahmad Aidit dan berasal dari keluarga Muslim taat. Abdullah Aidit menginap di rumah anak sulungnya, Achmad, di Jalan Pegangsaan Barat Nomor 4, Jakarta pada malam jahanam 30 September 1965. Ia menyaksikan puteranya pergi bersama tiga orang tentara. Achmad yang dimaksud tidak lain adalah Dipa Nusantara (D.N.) Aidit, Ketua...

Minggu, 29 Juli 2018

Holocaust dan "Orang-orang Biasa"

Catatan: Tri Guntur Narwaya Holocaust dan pembantaian massal pada era fasistik rezim Nazi Hitler yang berlangsung tahun 1941 sampai 1945 adalah potret pengalaman paling mengerikan bagi peradaban manusia. yang pernah terjadi di abad 20. Hampir 6 juta lebih orang dimusnahkan dengan begitu kejam dan hampir sekitar puluhan juta manusia lain yang hilang tak ditemukan. Kekejian ini berdampak luar biasa pada wajah keadaban masyarakat Eropa...

Sabtu, 28 Juli 2018

Sejarawan Sarankan Sejarah Holocaust Diajarkan di Sekolah

Oleh: Alexander Haryanto - 28 Juli 2018 Baskara T Wardaya. foto/tirto/riva rais Baskara mengatakan sejarah Holocaust tidak diajarkan secara ideal di sekolah. Sejarawan Baskara T. Wardaya mengatakan, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di berbagai negara perlu diajarkan di sekolah guna mencegah terjadinya kekerasan di masa mendatang. “Pendidikan bisa menjadi pintu masuk untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai...

Kamis, 26 Juli 2018

Setengah Abad Historiografi G30S dan Dua Solusi Kasus Genosida 1965

Bonnie Triyana | 26 Juli 2018 Sejarawan Asvi Warman Adam dikukuhan jadi profesor riset. Menawarkan solusi macetnya penyelesaian kasus genosida 1965. Asvi Warman Adam. Ilustrasi: Gun Gun Gunadi/Historia. SETELAH 50 tahun berlalu, ada tiga periode perdebatan dalam historiografi peristiwa G30S 1965. Hal tersebut disampaikan Asvi Warman Adam dalam pidato pengukuhannya sebagai profesor riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),...

Seniman Perupa Alumni ASRI Sore

Oleh: Misbach Tamrin* Foto para tokoh seniman perupa muda yang sedang belajar di ASRI Sore di sekitar tahun '50-an. Tampak berdiri dari kiri : Arby Sama, Soenarto PR dan Gani Lubis. Duduk dikursi : Arwan Isa dan Amrus Natalsya. Duduk jongkok Widodo. Dalam sejarah perkembangan senirupa Indonesia. Terdapat keberadaan (eksistensi) peran generasi atau angkatan seniman perupanya yang melatar belakangi. Di mana seperti telah pada kita ketahui....