“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Oleh: Iswara N Raditya - 30 Juli 2018
DN Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer
Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, bernama asli Ahmad Aidit dan berasal dari keluarga Muslim taat.
Abdullah Aidit menginap di rumah anak sulungnya, Achmad, di Jalan Pegangsaan Barat Nomor 4, Jakarta pada malam jahanam 30 September 1965. Ia menyaksikan puteranya pergi bersama tiga orang tentara. Achmad yang dimaksud tidak lain adalah Dipa Nusantara (D.N.) Aidit, Ketua...
Senin 30/7/2018, 18.31 WIB
Penulis: Dimas Jarot Bayu | Editor: Yuliawati
Tim dibentuk untuk membedah berbagai kendala dan
mencarikan solusi penyelesaian kasus HAM masa lalu.
Menko Polhukam Wiranto (kiri).
Pemerintah bakal membentuk tim gabungan terpadu untuk
menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. Tim
ini dibentuk untuk membedah berbagai kendala dan mencarikan solusi penyelesaian
kasus...
30 Juli 2018 12:52 | Yeni
Endah
Hubungan cinta antara Pramoedya Ananta Ter dan Maemunah
adalah cinta tanpa syarat, suatu hubungan yang sederhana, indah tanpa pretensi.
Maemunah, istri seorang penulis legendaris Pramoedya
Ananta Toer berasal dari keluarga kaya. Maemunah adalah keponakan pahlawan
nasional, Muhamammad Husni Thamrin.
Ketika Maemunah menikah dengan Pramoedya Ananta Toer,
Maemunah diboyong ke rumah kontrakan di Utan Kayu....
Oleh: Iswara N Raditya - 30 Juli 2018
DN Aidit; 1958. Wikicommon/Rudi Ulmer
Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, bernama asli Ahmad Aidit dan berasal dari keluarga Muslim taat.
Abdullah Aidit menginap di rumah anak sulungnya, Achmad, di Jalan Pegangsaan Barat Nomor 4, Jakarta pada malam jahanam 30 September 1965. Ia menyaksikan puteranya pergi bersama tiga orang tentara. Achmad yang dimaksud tidak lain adalah Dipa Nusantara (D.N.) Aidit, Ketua...
Catatan: Tri Guntur Narwaya
Holocaust dan pembantaian massal pada era fasistik rezim Nazi Hitler yang berlangsung tahun 1941 sampai 1945 adalah potret pengalaman paling mengerikan bagi peradaban manusia. yang pernah terjadi di abad 20. Hampir 6 juta lebih orang dimusnahkan dengan begitu kejam dan hampir sekitar puluhan juta manusia lain yang hilang tak ditemukan. Kekejian ini berdampak luar biasa pada wajah keadaban masyarakat Eropa...
Oleh: Alexander Haryanto - 28 Juli 2018
Baskara T Wardaya. foto/tirto/riva rais
Baskara mengatakan sejarah Holocaust tidak diajarkan secara ideal di sekolah.
Sejarawan Baskara T. Wardaya mengatakan, kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di berbagai negara perlu diajarkan di sekolah guna mencegah terjadinya kekerasan di masa mendatang. “Pendidikan bisa menjadi pintu masuk untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai...
Bonnie Triyana | 26 Juli 2018
Sejarawan Asvi Warman Adam dikukuhan jadi profesor riset. Menawarkan solusi macetnya penyelesaian kasus genosida 1965.
Asvi Warman Adam. Ilustrasi: Gun Gun Gunadi/Historia.
SETELAH 50 tahun berlalu, ada tiga periode perdebatan dalam historiografi peristiwa G30S 1965. Hal tersebut disampaikan Asvi Warman Adam dalam pidato pengukuhannya sebagai profesor riset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),...
Oleh: Misbach Tamrin*
Foto para tokoh seniman perupa muda yang sedang belajar di ASRI Sore di sekitar tahun '50-an. Tampak berdiri dari kiri : Arby Sama, Soenarto PR dan Gani Lubis. Duduk dikursi : Arwan Isa dan Amrus Natalsya. Duduk jongkok Widodo.
Dalam sejarah perkembangan senirupa Indonesia. Terdapat keberadaan (eksistensi) peran generasi atau angkatan seniman perupanya yang melatar belakangi.
Di mana seperti telah pada kita ketahui....