HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Senin, 25 Desember 2017

Pesan Natal dari Partai Komunis Indonesia

Kolumnis: Muhidin M Dahlan | 25 Desember, 2016 Komunis (di) Indonesia memang ketiban sial dalam sejarah. Sereligius-religiusnya mereka, sedemikian-demikian rupa mereka beramal memajukan kesejahteraan anggota-anggotanya yang beragama samawi, tetap saja dapat lontaran air got busuk dari tentara dan teman-temannya. Orang Komunis itu tahu betul, konsekuensi dari Pancasila yang dibelanya habis-habisan di sidang Konstituante adalah mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan, salah satu amalan reguler dari sila itu adalah berlebaran Idul...

Jumat, 22 Desember 2017

Saat Pembantaian PKI di Solo Dihentikan Banjir Besar

Reporter: Petrik Matanasi | 22 Desember, 2017 Banjir bandang Solo; 1966. FOTO/Istimewa Pembantaian besar-besaran anggota/simpatisan PKI di Solo banyak dilakukan di Sungai Bengawan. Banyak pembantaian setelah Oktober 1965 di Solo. Banjir besar Bengawan Solo pada Maret 1966 sangat mengganggu pembantaian di sana. Sedari zaman revolusi, Solo dianggap "daerah merah" — istilah untuk kawasan yang menjadi basis kelompok...

22 Desember 1928 Menjinakkan Kaum Ibu

Reporter: Patresia Kirnandita | 22 Desember, 2017 Ilustrasi Kongres Perempuan Pertama. tirto.id/Gery Rekam historis menunjukkan, kelahiran Hari Ibu di negeri ini tidak lepas dari semangat pergerakan perempuan. Sutra berpilin.Rajutan kekuatankembang pertiwi. Bukan bunga, bukan peluk cium dari keluarga, bukan pula lagu-lagu cinta yang diberikan untuk para mama pada momen yang kelak disebut sebagai cikal bakal Hari Ibu di...

Ruth Indiah Rahayu: "Konsep Ibu Berpolitik Sekarang adalah Sosok yang Melawan"

Reporter: Patresia Kirnandita | 22 Desember, 2017 Ilustrasi Ruth Indiah Rahayu. tirto.id/Sabit Jika dulu namanya ibu progresif revolusioner, sekarang konsep ibu adalah ibu yang radikal dan otonom. Makna "ibu" terus berubah seiring pergantian era. Semua tak lepas dari siapa yang berkuasa. Pemaknaan "ibu" tidak pernah bersifat tunggal. Sejak prakemerdekaan Indonesia, cara memandang sosok ibu dalam kehidupan bermasyarakat...

Suka atau Tidak, Takkan Ada Hari Ibu Tanpa PKI

Oleh Rika Nova -  22 December 2017 Perempuan Indonesia (berdikarionline.com) Pemerintah Bengkulu mengajukan Raperda yang terdengar menjanjikan: Perlindungan Anak dan Ketahanan Keluarga. Sayang, isinya tak terlalu menjanjikan. Meski belum final, menurut Raperda ini, perempuan dapat dikriminalisasi lantaran pakaian yang dikenakannya. Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu yakin betul mengatur pakaian perempuan sangatlah krusial untuk...

Rabu, 20 Desember 2017

Kisah Si Bung dalam Pelarian

Martin Sitompul | 20 Des 2017, 19:31 Kiri: Amir Sjarifuddin saat menjadi perdana menteri memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan di Kapal Renville, Desember 1947. Kanan: Pimpinan pemberontakan PKI Madiun yang tertangkap. Amir Sjarifuddin (berkacamata) berada di antara Hardjono dan Maruto Darusman. Sumber: Manusia dalam Kemelut Sejarah dan Madiun 1948: PKI Bergerak. DI tengah pelarian, Amir Sjarifuddin jengkel terhadap kelakuan...

Selasa, 19 Desember 2017

Raka Swasta, Seniman Bali yang Dipenjara di Tahun 1965

Seniman adalah manusia bebas. Tapi di era Soekarno mereka harus memilih tempat untuk mengekpresikan karyanya. Ada yang ikut LEKRA  (Lembaga Kebudayaan Rakyat), ada yang ikut LKN (Lembaga Kebudayaan Nasional) dan ada pula yang masuk Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia). Celakanya, begitu negeri ini dilanda prahara politik tahun 1965, banyak seniman anggota dan simpatisan Lekra ditangkap dan dipenjara karena ditudub PKI. Padahal...

Detik-Detik Terakhir Hidup Amir [1]

Martin Sitompul | Selasa 19 Desember 2017 WIB Petualangan politik menggusur takdir Amir Sjarifuddin dari seorang pejabat tinggi Republik menjadi buronan politik. Amir Sjarifuddin (berkemeja puith) sedang digiring tentara ketika tertangkap di daerah Babalan, Kudus.) Sumber: Madiun 1948: PKI Bergerak karta Harry Poeze. Hari masih terlalu pagi untuk memulai aktifitas di Desa Ngalian, sebelah timur kota Solo. Namun atas perintah...