HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Senin, 30 September 2019

Mencari suara yang dibungkam

Wawancara dengan Francisca C. Fanggidaej Francisca C. Fanggidaej Foto dari koleksi pribadi Lahir di pulau Timor pada tahun 1925. Ia adalah seorang wartawan, turut mendirikan Yayasan Studi Asia di Amsterdam dan menjadi salahsatu pengurusnya. Fanggidaej adalah anak seorang pegawai tinggi yang bekerja untuk Belanda di jaman kolonial dan yang dirumah hanya boleh berbicara dalam bahasa Belanda. Setelah Perang Dunia II, ia aktif dalam...

Ahmad Jadau: Komandan TLRI dalam Pusaran Peristiwa Madiun 1948

Oleh: Petrik Matanasi - 30 September 2019 Jenderal Soedirman. FOTO/ wikipedia Kisah Ahmad Jadau, mantan komandan TLRI Divisi Panembahan Senopati yang terlibat Peristiwa Madiun 1948. Pada 2 Juli 1948, Divisi Panembahan Senopati kehilangan komandannya, Letnan Kolonel Soetarto. Komandan Brigade VIII divisi tersebut, yakni Letnan Kolonel Soejoto, lalu mengirim beberapa perwira—yang salah satunya Mayor Esmara Sugeng—untuk mencari komandannya....

Nestapa Eks Tapol PKI di Lokasi Penampungan Tanah Merah Gowa

Eka Hakim - 30 Sep 2019, 21:00 WIB Ribut Sugiyo tinggal tanah merah, Dusun Moncongloe, Kabupaten Gowa yang dikenal sebagai kawasan penampungan para tapol PKI. (Liputan6.com/Eka Hakim) Gowa - Ribut Sugiyo, seorang eks tahanan politik (tapol) terkait PKI yang hingga saat ini masih memilih tinggal di daerah Tanah Merah, Dusun Moncongloe, Desa Paccelekang, Kecamatan Patallasang, Kabupaten Gowa yang dikenal sebagai kawasan penampungan...

Para Tapol dan Anjingnya

Oleh: Andri Setiawan Kecintaan para tapol Pulau Buru pada anjing peliharaan mereka memicu "perang". Tapol di Pulau Buru. (visualdocumentationproject.wordpress.com). “Leo ini besok kita sembelih,” kata seorang tahanan politik (tapol) Pulau Buru kepada kawan-kawannya. “Oh jangan! Leo ini kalau masuk hutan, di depan ada ular dia cepet. Jangan, jangan Leo!” sergah majikan Leo. “Hercules kita potong,” usul yang lainnya. “Jangan...

Kecil di Digul Muda di Buru

Empat belas tahun pengasingan di Boven Digul. Tujuh tahun penahanan di Pulau Buru.   Oleh: Bonnie Triyana RUMAH berpagar kuning itu terletak berhadapan dengan lapangan serbaguna di sebuah perumahan di bilangan Kunciran, Tanggerang. Gerbang pagar setinggi dada orang dewasa itu segera dibuka setelah beberapa kali terucap salam. Seorang pria senja berkemeja putih dan bercelana panjang batik tampak berdiri di pintu menyambut...

Ingin Kembali ke Pulau Buru

40 tahun berlalu. Lukas Tumiso, bekas tahanan politik itu, ingin kembali ke Pulau Buru. Oleh: Andri Setiawan Lukas Tumiso. (Youtube Falcon). Lukas Tumiso telah meninggalkan kamp tahanan Pulau Buru 40 tahun yang lalu. Sejak sebuah kapal membawanya menjauh dari dermaga Pelabuhan Namlea pada Desember 1979, ia merasa kembali menjadi manusia bebas. Tumiso ditangkap pasca peristiwa 1965 karena bergabung dalam Resimen Mahasurya yang...

Palu Arit Selalu Bikin Sengit

Oleh Hendri F. Isnaeni Palu arit melambangkan kaum pekerja industri dan petani. Ia terlarang di masa kolonial dan Orde Baru, bahkan hingga kini. Pertemuan PKI cabang Batavia (Jakarta), 1925. Foto: public domain/en.wikipedia.org. PUTERI Indonesia 2015, Anindiya Kusuma Putri, bikin heboh di media sosial. Penyebabnya, fotonya yang menampilkan dirinya mengenakan kaos merah bergambar palu arit, yang didapatnya dari rekan asal Vietnam...

Yang Terpisah Karena 1965

Oleh Nur Janti Setelah penangkapan besar-besaran di Yogyakarta, anak-anak Mia Bustam terpaksa hidup berpencar. Sri Nasti Rukmawati di kediamannya. (Fernando Randy/Historia). SRI Nasti Rukmawati (72) tak pernah lupa hari-hari setelah Peristiwa 1965. Baginya, hari-hari itu merupakan hari melelahkan, mengerikan, dan menakutkan. Yang lebih penting, hari-hari itu membalikkan nasibnya, nasib orangtuanya, nasib adik-adiknya, dan entah...

Kisah anak algojo PKI di Blitar selatan yang mendampingi penyintas kasus 1965: 'Saya minta maaf'

Heyder Affan, BBC Indonesia - 30 September 2019 Sebagai penebusan kesalahan ayahnya yang menjadi algojo alias eksekutor orang-orang yang dituduh PKI di Blitar selatan pada 1968, sang anak menggelar rekonsiliasi dengan korban dan keluarga mereka yang dahulu dimusuhi ayahnya. Farida Masrurin (berjilab, tengah) dan penyintas tragedi 1965, Sukiman (kiri), serta Masrukin (kanan, suami Farida) di samping Gua Tikus, lokasi pembuangan...