“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
October 31, 2018
Oleh Senjang Martani (Kawan
Magang IVAA)
Judul Buku : Politik
Tanpa Dokumen
Penulis :
Muhidin M. Dahlan
Tahun :
2018
Penerbit : I:Boekoe
No panggil : 300 Dah D
..”jangan pernah mimpi memanen kejayaan peradaban
(indonesia Jaya 2030) jika tak siap berjalan dalam kesunyian merawat, memupuk,
dan menjaga warisan masa...
DUNCAN GRAHAM - THE JAKARTA POST
Malang /
Senin, 29 Oktober 2018 / 08:41 pagi
Kuburan Tanpa Tanda oleh Vannessa Hearman (Shutterstock /
NUS Press)
Presiden Joko “Jokowi” Widodo baru berusia 4 tahun ketika
kudeta yang gagal 30 September yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis
Indonesia (PKI) yang sekarang dilarang di tahun 1965 menyebabkan jatuhnya
mendiang presiden Sukarno dan kebangkitan Soeharto sebagai Indonesia....
Catatan: Misbach
Tamrin
Ilustrasi: Lukisan Misbach Tamrin
Kawan saya pelukis Handogo Sukarno menulis di status FB
nya secara singkat. "Dulu.....ada kartu bebas G30S. Sekarang.....perlu
kartu bebas HTI. #Bahaya laten HTI".
Saya selaku mantan tapol. Salah seorang korban akibat
dibubarkannya Partai Komunis Indonesia ( PKI ) pada peristiwa '65. Merasa
tersentuh alias tergelitik oleh imajinasi yang tersunting di balik ungkapan
kata dalam tulisan...
28
OKTOBER 2018 | 10:27
Amir Sjarifoeddin, tokoh yang perjuangannya dikubur
dalam lubang hitam sejarah karena peristiwa Madiun 1948, adalah
pelaku sejarah Kongres Pemuda Indonesia II tanggal 27-28 Oktober 1928.
Kongres yang melahirkan ikrar “Sumpah Pemuda” ini
merupakan tonggak sejarah yang penting bagi kelahiran Indonesia. Sungguh
menakjubkan, di masa sebelum ada gadget dan google, anak muda
dari berbagai suku,...
Catatan: Made
Supriatma
Photo: Merdeka.com/Imam Buhori
Presiden Jokowi beberapa hari lalu menyebut adanya
politikus sontoloyo. Menurutnya, politikus macam ini memakai "cara-cara
politik adu domba, cara-cara politik yang memfitnah, cara- cara politik yang
memecah belah hanya untuk merebut sebuah kursi, sebuah kekuasaan, menghalalkan
segala cara."
Tidak sampai dua hari kemudian, ada acara yang namanya
"Aksi Bela Tauhid". Ini...
CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 14:24 WIB
Massa Aksi Bela Kalimat Tauhid minta pembakar bendera
tidak dilepaskan. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa aksi bela kalimat
tauhid telah berkumpul di depan gedung Kementerian Koordinator
Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Jumat (26/10) siang.
Massa aksi menuntut pemerintah mengusut oknum Gerakan Pemuda (GP)
Ansor atau barisan
serbaguna (Banser) Nahdlatul...
Arif Novianto | October 25, 2018
Urusan Indonesia berkembang dalam cara yang terlihat menggembirakan. Umat Islam membakar kantor pusat PKI di Djakarta semalam dan sepertinya mereka bergerak menyerang orang-orang Komunis di antero negeri… Untuk pertama kalinya, Angkatan Darat tidak mematuhi perintah Soekarno. Jika hal ini berlanjut dan PKI dibersihkan… kita akan memiliki hari baru di Indonesia.(George Ball, Wakil Menteri Luar Negeri...
21 OKT 2018 21:35
WIB | OLEH: JOKO SANTOSO/WIED
Sutradara film “Sum” Firman Fajar Wiguna menerima penghargaan.
Film tersebut meraih dua penghargaan di Sodoc Tahun 2018. (Foto :Joko Santoso)
PURBALINGGA- Film
“Sum” karya sutradara Firman Fajar Wiguna produksi Brankas Film
SMA Negeri 2 Purbalingga menyabet dua penghargaan sekaligus diajang Solo
Documentary Film Festival (Sodoc) 2018.
Selain film terbaik kategori...
21 Oktober 2018
Sutradara film
“SUM”, Firman Fajar Wiguna dari Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga tampil
sebagai pemenang film terbaik pada ajang Solo Documentary Film Festival (Sodoc)
2018. (Dok. CLC Purbalingga)
Purwokertokita.com – Film “SUM” yang berlatar
tragedi ’65 menyabet dua penghargaan sekaligus di ajang Solo Documentary Film
Festival (Sodoc) 2018 pada malam penganugerahan, Sabtu (20/10) malam di Gedung
Kethoprak Balekambang...
Ulang Tahun Ke-85 Perupa Amrus Natalsya
Catatan: Misbach Tamrin
Kredit Foto: Misbach Tamrin
Amrus Natalsya! Hanya dia seorang diri saja lagi yang tertinggal alias tersisa. Sebagai tokoh eksponen dari komunitas seniman ASRI Sore yang pernah eksis dan berkibar di era awal tahun 1950-an.
Kini, pada tanggal 21 Oktober 2018, telah berulang tahun yang ke-85, menjelang ke-86 tahun.
Ultahnya telah dirayakan secara sederhana. Di Galerinya...