“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Sep 30th, 2016 - Oleh: Kirta Braja
Setiap melewati bulan September-Oktober, kita sekali lagi diingatkan pada
petaka berdarah 1965 yang mengubah keadaan rakyat sedemikian rupa seperti belum
merdeka. Tahun lalu, ketika peristiwa itu tepat melewati masa 50 tahun,
sebagian elemen masyarakat telah bahu-membahu mengangkat peristiwa ini ke
panggung nasional hingga internasional dengan berbagai macam cara. Salah
satunya adalah inisiatif yang dilakukan...
Oleh: Petrik Matanasi - 30 September 2016
Presiden Soekarno dan Letnan Kolonel Untung [Foto/Wordpress.com]
Malam 30 September 1965, Soeharto tidur di rumahnya, begitu juga para jenderal yang diculik, sementara Soekarno di rumah istri mudanya. Sementara pihak komplotan ada di Lubang Buaya dan Central Komando mereka.
Malam itu, sang jenderal terpaksa harus berada di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Anak laki-laki bungsu...
Tan Malaka mungkin adalah bapak bangsa yang paling dilupakan dalam sejarah. Padahal, Tan adalah orang pertama yang menuliskan konsep Republik Indonesia. Jauh sebelum Indonesia terbentuk, Tan menulis buku “Menuju Republik Indonesia” pada tahun 1925.
Ide dan pemikirannya yang tertuang dalam buku Massa Actie menjadi inspirasi para pejuang kemerdekaan lainnya. Dari Soekarno, sampai Wage Rudolf Supratman.
Hidup Tan, hingga kematiannya,...
Jumat, 30 September 2016
Tim Hukumonline
Mahkamah Militer Luar Biasa yang digelar atas prakara Mayor Jenderal Soeharto digelar di lantai dua Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Illustrasi: Gedung Bappenas [yukepo]
Jurnalis senior Aristides Katoppo yang panjang berkarir di Harian Sore Sinar Harapan masih ingat benar satu masa yang cukup menguras tenaganya pada bulan-bulan awal 1966. Sebuah Mahkamah Militer Luar Biasa, atas prakarsa...
Jumat, 30 September 2016 | 20:50 WIB
Pengamat Politik dan Keamanan Kusnanto Anggoro dalam senuah diskusi yang digelar oleh PARA Syndicate, Jumat (30/9/2016). Foto: Kristian Erdianto
JAKARTA, KOMPAS.com
- Banyak teori yang dikemukakan oleh para akademisi, sejarawan, maupun
pengamat seputar peristiwa pembunuhan tujuh perwira militer Angkatan
Darat pada 30 September-1 Oktober 1965 atau dikenal sebagai Gerakan 30
September (G30S).
Hingga...