“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
31 October 2016
| Grace Leksana
Jagus (duduk) bersama istri dan anak-anaknya
INDONESIA, 1963. Negara berada dalam situasi krisis pangan. Menurut
catatan-catatan Dinas Pertanian Rakjat Djawa Timur, komposisi dan
manifestasi makanan kaum tani miskin dan buruh kecil sehari-hari untuk
daerah yang subur adalah sebagai berikut: 60 persen dari jumlah penduduk
makan ketela/gaplek sepenuhnya, 80 persen makan jagung sepenuhnya, 30
persen memakan...
Oleh: Arbi Sumandoyo - 31 Oktober 2016
Ilustrasi [Foto/Shutterstock]
Ketika perang dingin pecah, Indonesia menjadi sarang agen-agen KGB melakukan kegiatan spionase. Tak terkecuali keterlibatan CIA dalam aksinya melancarkan spionase menghadang komunis di Indonesia. Badan intelijen negeri Paman Sam itu terendus dalam keterlibatan penggulingan Presiden Soekarno dari tampuk kekuasaan.
Pada awal Januari 2010, Badan Reserse Kriminal Markas Besar...
31 October 2016 | Grace Leksana*
Jagus (duduk)
bersama istri dan anak-anaknya
INDONESIA, 1963. Negara berada dalam situasi krisis
pangan. Menurut catatan-catatan Dinas Pertanian Rakjat Djawa Timur, komposisi
dan manifestasi makanan kaum tani miskin dan buruh kecil sehari-hari untuk
daerah yang subur adalah sebagai berikut: 60 persen dari jumlah penduduk makan
ketela/ gaplek sepenuhnya, 80 persen makan jagung sepenuhnya, 30 persen memakan
gaplek...
27 Oct 2016 | SM Ardan*
Dimuat dalam Aneka No 10 Tahun IX, 1 Juni 1958
Filem Perfini Harimau Tjampa[1] mendapatkan hadiah Harimau Perunggu untuk musik terbaik dalam Festival Filem se-Asia (Tenggara) ke II di Singapura tahun 1955, karena Harimau Tjampa satu-satunya filem yang berhasil mempergunakan musik asli (Minangkabau) dalam filem, tidak saja sebagai ilustrasi tapi juga sebagai unsur untuk menceritakan isi filem. Harimau...