“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
Dianggap membuat keputusan yang tak masuk akal,
Soebandrio diancam Presiden Kennedy. Suatu ancaman yang tak pernah dilupakan
oleh sang menteri luar negeri.
Oleh Martin Sitompul
Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy dan Menteri Luar Negeri
Indonesia Soebandrio. (Betaria Sarulina/Historia).
Suasana “panas” meliputi Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI) di Washington, Amerika Serikat. Perang urat syaraf berlaku
antara...
Oleh Andri
Setiawan
Makam korban pembunuhan massal 1965 di Plumbon, Semarang, masuk dalam
situs memori CIPDH-UNESCO terkait pelanggaran HAM berat. Nisan makam korban pembunuhan massal 1965 di Plumbon, Semarang. (Dok.
Yunantyo Adi Setiawan).
Pada 1980-an, sebuah makam dengan tumpukan batu di hutan
Plumbon, Semarang hanyalah sebuah tempat bagi orang-orang yang mencari
peruntungan nomor togel. Sesekali ada orang berziarah, namun...
Andreas JW
Sumber foto: google maps
Sebuah sudut jalan di Kampung Loji Wetan, Surakarta.
Walaupun gencatan senjata telah diberlakukan, tapi
suasananya masih tetap seperti dalam keadaan perang. Di beberapa tempat masih
genting. Tentara Belanda pun sebagian masih berada di Kota Solo. Sementara
laskar-laskar gerilya dan pasukan TNI tetap siaga dan dalam posisi siap tempur.
Dalam keadaan seperti itulah, di penghujung tahun 1949,
kawan-kawan...
27/12/2019, 08.06 WIB
Penulis: Martha Ruth Thertina
Editor: Martha Ruth Thertina
Mahfud menyatakan tidak ada kecenderungan jalur
penyelesaian lewat nonyudisial atau di luar pengadilan.
Menko Polhukam Mahfud MD
memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (12/12/2019). ANTARA
FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Mahfud MD menyatakan keinginannya agar kasus pelanggaran HAM...
Oleh: Aulia Adam - 26 Desember 2019
Perayaan natal di Gereja Komunitas Anugerah di Jakarta, 24 Desember 2019.
tirto.id/Aulia Adam
Merayakan natal bersama keluarga tahanan politik Papua,
penyintas 65 dan LGBTIQ di Gereja Kristen Anugerah.
“Selamat malam,
salam sejahtera,” ucap Sang Pendeta, kemudian mengambil jeda. Ia berharap
jemaat menyahut semangat, yang terdengar cuma sayup-sayup.
“Kurang kencang. Sekali lagi, selamat...
⟲Oleh: Faisal Irfani - 25 Desember 2019
Charlie Chaplin. tirto.id/nauval
Hari Natal 42 tahun lalu Charlie Chaplin meninggal. Ia
pernah dituduh sebagai komunis.
Ingatan pertama saya tentang Charlie Chaplin berawal dari
kelas tiga SD. Sosoknya gampang dikenali; kumis hitam khas, setelan tuksedo,
topi pesulap, serta tongkat kayu yang senantiasa ia pegang. Ia nyaris tak
pernah bicara tapi gemar menari dan tingkah lakunya mengundang tawa.
Charlie...
Rabu, 25 Desember 2019 11:04
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ilustrasi: Lebih Ekstrim dari Penumpasan Begal Sadis, Soeharto Berani
Selundupkan 2000 Senjata ke Afganistan - Kolase Tribunnews.com/ Dennis
Destryawan
SURYA.co.id - Langkah Soeharto dalam menindak begal
sadis pada masa pemerintahannya memang cukup ekstrim
Namun, ada lagi kebijakan Soeharto yang tak kalah ekstrim
dari itu
Soeharto pernah...
20.12.2019
Jaksa penuntut
Belgia mendesak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman penjara 30 tahun pada
mantan pejabat Rwanda yang didakwa terlibat genosida dalam pembantaian 1994 di
negaranya.
Fabien Neretse, insinyur pertanian berusia 71 tahun,
ditangkap di Prancis tahun 2011 dan kini sedang diadili di pengadilan tinggi
Belgia atas dakwaan genosida dan
kejahatan perang di negaranya, Rwanda.
Hari Jumat (20/12) jaksa penuntut...
Oleh: Pankaj Mishra* - 19 Desember 2019 06.00 WIB
Protes di India menandai pecahnya konflik pahit antara
warga biasa dan pihak berwenang.
Dari Kolkata ke Santiago, anarki ada di udara.
Fotografer: Dibyangshu Sarkar / AFP / Getty Images
India telah meledak menjadi protes terhadap undang - undang kewarganegaraan yang secara eksplisit
mendiskriminasikan 200 juta populasi Muslimnya. Pemerintah nasionalis
Hindu...