Sabtu, 16 November 2019

Sumber-Sumber Penulisan Sejarah di Indonesia

2019-11-16

* Gambar cap tangan di dinding gua di kompleks prasejarah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.  Sumber foto karya Eko Rusdianto diambil dari laman majalah Historia  https://historia.id/kuno/articles/mengapa-manusia-prasejarah-menggambar-di-gua-PyJKA
Pengetahuan sejarah berkembang karena tersedianya sumber-sumber sejarah dalam beragam bentuk terkait suatu peristiwa, tokoh, tempat, dan periode tertentu. Begitu juga dalam penulisan sejarah Indonesia. Sejumlah karya dari para sejarawan dan ilmuwan sosial dalam bidang terkait telah mencoba memanfaatkan sumber-sumber baru di luar dokumen resmi seperti informasi lisan, karya sastra, film dan sebagainya dalam membangun sebuah narasi sejarah yang terabaikan dalam historiografi.
Kita  belum mengetahui sejauh mana penggalian terhadap sumber-sumber baru tersebut memberikan sumbangan bagi pemahaman terhadap sejarah Indonesia sekarang ini. Termasuk dalam arus ini adalah perkembangan teknologi digital yang memberikan pengaruh besar terkait bagaimana informasi disimpan, didistribusikan, atau juga dimanfaatkan dalam membangun narasi sejarah.
Rangkaian pertanyaan ini—meski tidak terbatas dalam tema ini—akan menjadi tema dalam penerbitan Jurnal Sejarah Volume 3 No. 1 Tahun 2020. Redaksi Jurnal Sejarah mengundang para peneliti dan mahasiswa di bidang sejarah, ilmu sosial dan budaya, serta disiplin terkait untuk mengirimkan karya tulisnya terkait tema tersebut. Sumbangan juga tidak terbatas pada artikel, tetapi juga ulasan buku terhadap karya-karya yang dianggap memberikan sumbangan dalam pengayaan melalui sumber-sumber penting yang terabaikan dalam penulisan sejarah yang ada sekarang ini.
Batas waktu penulisan, baik artikel maupun ulasan buku, adalah tanggal 28 Februari 2020. Bagi para penulis, redaksi menyarankan untuk melihat model penulisan di dalam artikel-artikel yang terbit dalam jurnal edisi terdahulu, dan memperhatikan ketentuan penulisan. Pengiriman penulisan dilakukan  secara online dengan mendaftar dan log in dalam laman Jurnal Sejarah 
Salam, 
Andi Achdian

MasyarakatSejarawan 

0 komentar:

Posting Komentar