“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]
SIMPOSIUM NASIONAL
Simposium Nasional Bedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan yang pertama digelar Negara memicu kepanikan kelompok yang berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66; lalu menggelar simposium tandingan
Sejumlah dokumen diplomatik Amerika Serikat periode 1964-1968 (BBC/TITO SIANIPAR)
MASS GRAVE
Penggalian kuburan massal korban pembantaian militer pada kejahatan kemanusiaan Indonesia 1965-66 di Bali. Keberadaan kuburan massal ini membuktikan adanya kejahatan kemanusiaan di masa lalu..
TRUTH FOUNDATION: Ketua YPKP 65 Bedjo Untung diundang ke Korea Selatan untuk menerima penghargaan Human Right Award of The Truth Foundation (26/6/2017) bertepatan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korban Kekerasan [Foto: Humas YPKP'65]
28 November 2015
16:35 - Ciput
Putrawidjaja*
Banyak pejuang (dan pahlawan) yang terbuang,
terpinggirkan, terasingkan atau bahkan sengaja dihilangkan dari lembaran sejarah Indonesia, lantaran pilihan
politik yang berbeda dengan pemerintah yang berkuasa. Salah satunya
adalah SIDIK KERTAPATI.
Dilahirkan di Klungkung Selatan, Bali pada tahun 1920,
Sidik Kertapati merupakan salah seorang pemuda yg terlibat dalam gerakan-gerakan
pemuda...
Hasan Kurniawan
Sabtu, 28 November 2015 − 05:09 WIB
Achmad Chatib (foto:Istimewa/Hasan Kurniawan)
SETELAH beberapa bulan tidak ada kabar dari Alimin, Tan
Malaka akhirnya menyusul ke Singapura. Dia sampai di Kota Singa itu
pada 6 Mei 1926. Namun beberapa hari sebelumnya Alimin dan Muso sudah
pergi ke Moskow.Setibanya di Moskow, mereka menjelaskan rencana
pemberontakan itu kepada Stalin dan meminta bantuan senjata untuk...
Nov
27th, 2015 - Oleh : Arif Novianto
Gerakan
kontra-revolusi (Tragedi 1965) yang telah memukul mundur kesadaran dan
kapasitas rakyat untuk memperjuangkan kehidupan mereka turut menghantam
kehidupan Kampus-kampus di Indonesia. Kampus sebagai ruang kebebasan akademik,
tak luput dari pusaran kejahatan kemanusiaan. Civitas akademik di Kampus, mulai
dari dosen, staf dan mahasiswa, banyak yang dipecat, ditangkap dan tidak
diketahui nasibnya....
27.11.2015
Tak ada yang memberitahu Soe Tjen tentang nasib ayahnya dan genosida
anti-komunis. Sampai ia mendengar kisah itu dari ibunya, setelah ayahnya
meninggal dan Suharto turun tahta. Oleh Aria Danaparamita.
Besar di Surabaya, pada massa Orde Baru Soeharto, buku sekolah yang ia
baca menyatakan bahwa pada kegelapan malam 30 September 1965, Partai
Komunis (PKI) kader Indonesia menculik dan membunuh enam jenderal dalam...
Jumat, 27 Nov 2015 12:11 WIB - Quinawati Pasaribu
“Kalau kita punya seekor binatang yang mati saja kita
gali lobang dan kita kubur. Apalagi ini manusia, apa memang ada hukum rimba
yang terjadi? Sehingga hal ini boleh terjadi?"
Suasana sidang Pengadilan
Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda. Foto: KBR
KBR, Jakarta - Intan, tak bisa menahan getir ketika
bersaksi di Pengadilan Rakyat Internasional di Kota Den Haag, Belanda.
“Kalau...
26/11/2015
Illustrasi
Pasca reformasi 1998, studi yang menarasikan peristiwa
genosida 1965 semakin sering bermunculan. Umumnya, narasi peristiwa penumpasan
massal simpatisan komunis ini dikupas dari sisi individu korban. Padahal
penumpasan ini juga ikut melibatkan universitas.
Pembahasan mengenai keterlibatan universitas dalam
peristiwa ‘65 ini menjadi benang merah dalam diskusi bertajuk “Universitas di
Persimpangan Zaman”, Selasa, (24/11/2015),...
Wednesday, November 25, 2015
Di Kebumen, Soeharto datang menghadiri pernikahan Untung. Kedatangan Soeharto dan Tien yang mendadak membuat tuan rumah kebingungan menyambutnya. Dusun yang tak jauh dari Pantai Krakal, di bagian timur Kebumen, siang itu begitu panas menyengat ketika Tempo mengunjunginya Hawanya gersang, khas kawasan pesisir. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai perajin dan pedagang peci. Dulu, daerah itu basis Angkatan Oemat...