HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Sabtu, 28 November 2015

Sidik Kertapati, Pejuang yang Terasingkan

28 November 2015   16:35 - Ciput Putrawidjaja* Banyak pejuang (dan pahlawan) yang terbuang, terpinggirkan, terasingkan atau bahkan sengaja dihilangkan dari lembaran sejarah Indonesia, lantaran pilihan politik yang berbeda dengan pemerintah yang berkuasa. Salah satunya adalah SIDIK KERTAPATI. Dilahirkan di Klungkung Selatan, Bali pada tahun 1920, Sidik Kertapati merupakan salah seorang pemuda yg terlibat dalam gerakan-gerakan pemuda...

Pemberontakan PKI di Banten dan Silungkang 1926-1927 (2-habis)

Hasan Kurniawan Sabtu,  28 November 2015  −  05:09 WIB Achmad Chatib (foto:Istimewa/Hasan Kurniawan) SETELAH beberapa bulan tidak ada kabar dari Alimin, Tan Malaka akhirnya menyusul ke Singapura. Dia sampai di Kota Singa itu pada 6 Mei 1926. Namun beberapa hari sebelumnya Alimin dan Muso sudah pergi ke Moskow.Setibanya di Moskow, mereka menjelaskan rencana pemberontakan itu kepada Stalin dan meminta bantuan senjata untuk...

Jumat, 27 November 2015

Sejarawan UGM : Genosida Intelektual Memberangus Ideologi dan Kaum Kiri di Kampus Pasca 1965

Nov 27th, 2015 - Oleh : Arif Novianto Gerakan kontra-revolusi (Tragedi 1965) yang telah memukul mundur kesadaran dan kapasitas rakyat untuk memperjuangkan kehidupan mereka turut menghantam kehidupan Kampus-kampus di Indonesia. Kampus sebagai ruang kebebasan akademik, tak luput dari pusaran kejahatan kemanusiaan. Civitas akademik di Kampus, mulai dari dosen, staf dan mahasiswa, banyak yang dipecat, ditangkap dan tidak diketahui nasibnya....

Wawancara dengan Soe Tjen: Meninjau Kembali Pembantaian 50 Tahun Lalu

27.11.2015  Tak ada yang memberitahu Soe Tjen tentang nasib ayahnya dan genosida anti-komunis. Sampai ia mendengar kisah itu dari ibunya, setelah ayahnya meninggal dan Suharto turun tahta. Oleh Aria Danaparamita.   Besar di Surabaya, pada massa Orde Baru Soeharto, buku sekolah yang ia baca menyatakan bahwa pada kegelapan malam 30 September 1965, Partai Komunis (PKI) kader Indonesia menculik dan membunuh enam jenderal dalam...

IPT 1965, Intan: Tujuh Keluarga Saya Hilang, Tapi Saya Terus Mencari

Jumat, 27 Nov 2015 12:11 WIB - Quinawati Pasaribu “Kalau kita punya seekor binatang yang mati saja kita gali lobang dan kita kubur. Apalagi ini manusia, apa memang ada hukum rimba yang terjadi? Sehingga hal ini boleh terjadi?" Suasana sidang Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda. Foto: KBR KBR, Jakarta - Intan, tak bisa menahan getir ketika bersaksi di Pengadilan Rakyat Internasional di Kota Den Haag, Belanda.  “Kalau...

Kamis, 26 November 2015

Mahasiswa UGM Teliti Keterlibatan Universitas Dalam Peristiwa 1965

26/11/2015 Illustrasi Pasca reformasi 1998, studi yang menarasikan peristiwa genosida 1965 semakin sering bermunculan. Umumnya, narasi peristiwa penumpasan massal simpatisan komunis ini dikupas dari sisi individu korban. Padahal penumpasan ini juga ikut melibatkan universitas. Pembahasan mengenai keterlibatan universitas dalam peristiwa ‘65 ini menjadi benang merah dalam diskusi bertajuk “Universitas di Persimpangan Zaman”, Selasa, (24/11/2015),...

Rabu, 25 November 2015

Sepenggal Kisah Untung Samsuri

Wednesday, November 25, 2015 Di Kebumen, Soeharto datang menghadiri pernikahan Untung. Kedatangan Soeharto dan Tien yang mendadak membuat tuan rumah kebingungan menyambutnya. Dusun yang tak jauh dari Pantai Krakal, di bagian timur Kebumen, siang itu begitu panas menyengat ketika Tempo mengunjunginya Hawanya gersang, khas kawasan pesisir. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai perajin dan pedagang peci. Dulu, daerah itu basis Angkatan Oemat...