Catatan Kliper: Setiap dilaksanakan upaya pengungkapan kebenaran sejarah, baik itu seminar, simposium, bahkan diskusi pun- seputar tragedi 1965-66 dan setelahnya, bisa dipastikan akan mengundang reaksi keras golongan yang menyebut dirinya "anti komunis". Meskipun simposium itu berbicara bukan pada aspek politik. Seminar Membedah Tragedi 1965 Pendekatan Kesejarahan, adalah contoh faktual. Artinya setiap upaya pengungkapan kebenaran sejarah akan dicap sebagai komunis dan dengan dalih pembasmian komunis ini golongan reaksioner merasa punya legitimasi melakukan kekerasan, serangan fisik bahkan pembunuhan. Itu yang terjadi di dalam sejarah 1965-66 dan masa setelahnya, sampai hari ini...
Publik-News.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Komunis sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya terkait aksi demonstrasi untuk menggagalkan seminar Pro Komunis.
Seminar Pro Komunis ini dikabarkan akan berlangsung di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia Jakarta, Sabtu (16/9/2017) yang akan datang.
“Surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya sudah disampaikan,” ujar Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Komunis, Rahmat Himran kepada Publik-News.com, saat dihubungi, Kamis (14/9/2017) malam.
Menurut Rahmat, pihak Polda Metro Jaya langsung merespon surat pemberitahuan aksi unjuk rasa damai tersebut. Polda Metro Jaya, kata Rahmat, berpesan agar massa aksi tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasinya.
“Tapi kalau polisi tidak membubarkan seminar pro komunis itu, kita yang akan membubarkan. Kita sudah siap,” katanya.
Rahmat menambahkan bahwa sejumlah Organisasi Kepemudaan, organisasi masyarakat dan para aktivis dari berbagai elemen sudah diundang untuk menghadiri rapat konslodiasi. Rapat konsolidasi terkait aksi unjuk rasa ini akan digelar di Jalan Menteng Raya nomor 58 Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017) malam Sabtu.
Rahmat juga menyampaikan bahwa rapat konsolidasi juga akan dihadiri Purn Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen.
“Pak Kivlan Zen positif hadir. tadi sempat dihubungi. Beliau hadir jam 8 kira-kira karena masih ada acara,” tambah Rahmat.
Rahmat belum bisa memastikan jumlah massa aksi yang akan turun ke Jalan dalam aksi unjuk rasa untuk menolak pelaksanaan seminar Pro Komunis tersebut.
“Kalau sekarang tidak bisa dipastikan. Besok malam kita taklap. Besok kita sampaikan jumlah massanya,” katanya. (RF)
Sumber: Publiknews







0 komentar:
Posting Komentar