Senin, 16 Mei 2016 , 08:28:00
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Foto: dok jpnn
JAKARTA - Menteri
Pertahanan Ryamizard Ryacudu dinilai menimbulkan kegaduhan dengan
berbagai pernyataanya terkait peredaran buku-buku yang memuat sejarah,
ajaran, serta hasil investigasi terkait peristiwa 1965 dan Partai
komunis Indonesia (PKI). Karena itu, Presiden Joko Widodo diharapkan
segera menindak anak buahnya itu.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua
Setara Institute Hendardi, Minggu (15/5). Menurut dia, apa yang
disampaikan bekas KSAD itu bertentangan dengan nalar publik, mengancam
kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi, dan ilmu pengetahuan.
"Menhan kemungkinan keluar jalur dari
apa yang diperintahkan oleh Jokowi (Presiden Joko Widodo) beberapa waktu
sebelumnya," kata Hendardi kepada wartawan, Minggu (15/5).
Dia menyangkan adanya reaksi berlebihan
dari TNI yang sampai turun ke lapangan merazia buku-buku yang dianggap
terkait komunisme. Padahal, bahkan jika tindakan itu dibenarkan
sekalipun, yang punya wewenang melakukan razia tersebut adalah polisi,
bukan tentara.
Hendardi menilai bahwa perintah Jokowi
untuk menegakan hukum ditangkap oleh TNI sebagai perintah represi yang
sama sekali tidak mempertimbangkan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan
dan hak asasi manusia (HAM). Ditambah lagi ada pernyataan-pernyataan
nan berapi-api Menhan yang "menyemangati" mereka.
"Jokowi harus menegur Menhan yang justru
menimbulkan kegaduhan di ruang publik, kecemasan masyarakat, dan
mempermalukan Indonesia dengan penerapan politik represi dalam menangani
persoalan bangsa," jelas Hendardi.
Dia mengingatkan bahwa kebangkitan PKI
adalah mitos. Tidak masuk akal jika kegiatan berkebudayaan yang
bertujuan untuk mengungkap kebenaran sebuah peristiwa melalui film,
diskusi, dan kegiatan lain justru dianggap sebagai indikator kebangkitan
PKI.
"Semua
kegiatan itu ditujukan untuk meyakinkan negara mengambil sikap dan
penyelesaian atas pelanggaran HAM berat di masa lalu," ujar Hendardi. (rmol/dil/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2016/05/16/409381/Bikin-Gaduh-Jokowi-Harus-Tegur-Menhan-







0 komentar:
Posting Komentar