Senin, 16 Mei 2016

Hasil Rapat Bersama Ormas-Ormas Islam dengan Purn. TNI/Polri dan Menhan untuk Menumpas PKI/Komunisme




WASPADA kebangkitan Orde Baru (dan politik militerisme ala Orba) yang dipelopori antek-antek dan kroni Orba dengan Ormas-Ormas Islam yang selama ini diketahui merupakan kelompok intoleran.

Belum lama, Jumat, 13 Mei 2016 Pkl 09.00-11.15 WIB di Ruang Mawar Lantai 2 Gedung Balai Kartini Jl. Subroto Jakarta Selatan, berlangsung Silaturahmi Purnawirawan TNI/Polri, ormas Islam Keagamaan dan Kepemudaan, dalam rangka mengantisipasi bangkitnya gerakan PKI.

Dipimpin Letjen TNI Purn Kiky Syahnakri dan dihadiri sekitar 150 orang.
Laporannya sebagai berikut :

1. Kiky Syarnaki (Ketua Panitia)

a. Acara ini sudah lama digagas yang didahului dengan pertemuan bersama para tokoh, tetapi baru sekarang bisa direalisasikan terkait munculnya gerakan komunis yang ditandai banyaknya muncul logo PKI, simposium dan lain-lain.

b. Kemudian adanya tuntutan pembongkaran kuburan massal yang berpotensi mnimbulkan keresahan dan bisa menimbulkan kerusuhan yang bisa berdarah-darah kalau tidak segera disikapi dengan baik.

2. Letjen TNI Purn Surjadi (Ketua Persatuan Purn AD):

a. Tidak ada lagi yang harus diomongkan, tapi apa yang harus kita perbuat sekarang, karena musuh sudah di depan mata. Dalam simposium itu dikatakan ingin mengungkap sejarah yang sebenarnya, ini berarti sejarah selama ini dianggap tidak benar, ini gila. Kemudian dikatakan juga bahwa tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, masa memberontak tidak salah?

b. Ada kegamangan sikap pemerintah dalam menyikapi hal ini. Pemberontak kok di fasilitasi, terus darimana anggaran untuk memfasilitasi simposium itu, kalau dari pribadi lebih salah lagi.
Setiap Presiden keluar negeri selalu membawa oleh-oleh seperti ini. Presiden juga tergopoh-gopoh melantik gubernur Lemhanas, memangnya siapa dia?

c. PKI tidak mungkin bisa tumbuh kalau tidak difasilitasi padahal anggaranya tidak sedikit, itu dari mana? Apakah terkait reklamasi atau terkait gubernur DKI, walohuallam. Kalau reshufle terjadi lagi dan mereka masuk semua, mau apa kita?
Menteri Susi itu siapa? Anak siapa? Sudah banyak bukti-bukti yang mengharuskan kita bertindak, dan ini bukan kita yang memulai. Petugas intel dan hukum di lapangan untuk tidak ragu-ragu lagi mengambil tindakan sesuai kewenangan dan hukum yang berlaku.
Mari bersama-sama kita tunjukan bahwa kita masih ada jangan diam.

3. KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI) mengatakan:

a. Dalam Al Quran kita diperintahkan untuk menyiapkan diri dari musuh Allah dan Islam agar bisa menakuti-nakuti musuh itu.
Kita akan menjadi sangat kuat kalau umat Islam bersatu dengan TNI dalam menghadapi PKI, karena itu jangan pisahkan Islam dengan TNI. Malah kata MUI mari kita tumpas PKI.

b. Sikap FUI dlm menghadapi munculnya kembali PKI:
1) PKI dengan ajaranya yang menolak ke Esaan Tuhan adalah bertentangan dengan ketuhanan YME yang menjadi dasar negara RI.
2) PKI telah terbukti melakukan pemberontakan untuk mngganti dasar negara yang berketuhanan YME.
3) PKI telah melakukan tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap umat islam, memprovokasi Soekarno dan pembuhunan para jenderal adalah keniscayaan.
4) Adanya upaya memutarbalikan fakta bahwa PKI seolah-olah korban adalah mengada-ada.
5) Upaya PKI untuk mencabut TAP MPR harus diwaspadai dan wajib ditolak umat islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

c. FUI meminta pemerintah RI agar dalam menangani masalah PKI harus dimulai dari kasus pemberontakan PKI sebelum tahun 65. Kemudian dalam membuat program bela negara oleh Kemhan agar memasukan kurikulum bahaya komunis. Selain itu harus melibatkan ulama dan pesantren dalam bela negara.
Kita juga memiinta TVRI agar menayangkan kembali film G/30S/PKI. Umat islam Insyaallah akan berjihad brsama TNI untuk mmberantas PKI.

4. Jend TNI Purn Ryamizar Ryacudu (Menhan)

a. Acara ini sangat penting bagi kta sebagai komponen bangsa yang setia Pancasila dan senantiasa waspada terhadap bahaya laten komunis. Dulu kalau bilang bahaya laten komunis diketawain, tidak ada itu katanya, nyatanya sekarang laten itu muncul lagi, berarti yang bilang itu komunis juga.
Ideologi liberal, komunis itu buatan manusia, kalauPancasila itu anugrah dari Tuhan YME, karena Presiden Soekarno saja bilangnya penggali bukan pembuat Pancasila, karena itu kita harus yakin sebab Pancasila adalah pemersatu. Pesan Jenderal Sudirman kita ini dipihak bathiniah dan melawan lahiriah pasti menang karena Pancasila itu bathiniah.

b. Sebagai Menhan saya menginginkan negara ini damai tidak ada ribut-ribut apalagi ada pertumpahan darah. Jadi kalau ada pertemuan (simposium) lalu muncul ini itu, hal ini bisa menimbulkan pertumpahan darah, ini bukan memprovokasi tapi mengingatkan. Jadi kalau kakek-kakek pengecut itu (tokoh PKI) menyuruh anak-anaknya dan cucu-cucunya memakai kaos itu (PKI).

c. Terima kasih kepada Ormas, LSM, OKP, Ormas agama yang masih setia kepada Pancasila dan NKRI.
Menjadi tugas semua komponen bangsa untuk membela negara sesuai UUD 1945 sesuai peran dan profesi masing-masing.

Saat ini masih banyak yang menganggap bahwa bela negara hanya tugas TNI. Ancaman saat ini tidak didominasi militer tetapi menjadi multidimensi.
Karena itu bela negara menjadi hak dan kewajiban semua warga negara. Meminta Ormas yang setia kepada Pancasila untuk mewaspadai penyusupan ideologi komunis yang masuk melalui medsos dan dikemas menarik terutama bagi anak-anak muda.

Program 100 juta kader Bela Negara (BN) adalah bagian dari upaya merevolusi mental sbg mana program nawacita.

5. Pernyataan para tokoh:

a. Yapto Suryosumarno (Ketum MPP) mengatakan : Ketika amandeman UUD 45 dilakukan pihaknya menganggap bahwa TNI/Polri juga sudah tersusupi, kenapa waktu itu ikut menyetujui. Lalu ketika bersumpah setia kepada Pancasila dan UUD 45, itu Pancasila dan UUD 45 yang mana?
Munculnya kembali komunis karena intelijen kita tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kemudian pemerintah juga malah menyerahkan ekonomi kita kepada segelintir orang yang akhirnya bisa mengatur republik ini. Jawa bagian utara mulai dari merak sudah dikuasai oleh non pribumi.
Pemerintah dan legislatif kita sudah dimasuki komunis. Ini yang harus dibersihkan, bukan hanya menangkapi orang-orang yang memakai kaos PKI saja. Lebih parah lagi ada pejabat pemerintah yang mengatakan kaos PKI sedang tren.

b. Ponco Sutowo (Ketua Umum FKPPI) mengatakan: Munculnya kembali PKI tidak tiba-tiba, tetapi sudah direncanakan secara sistematis, karena itu kita juga harus menyiapkan diri. Di seluruh negara di dunia hanya memiliki satu ideologi, kita sudah memilih Pancasila maka harus kita pertahankan, karena itu mari kita rapatkan barisan.
Semoga acara ini menjadi modal dalam gerakan kita melawan PKI.

c. Shobri Lubis (Ketua Umum FPI) mengatakan Dari hari ke hari makin tidak jelas bangsa ini mau dibawa kemana.
PKI juga semakin merajalela. Pihaknya telah menyerahkan buku berisi temuan-temuan tentang munculnya PKI kepada Pangkostrad, Mabes TNI dan Mabes Polri.
Kami melakukan apa yang bisa dilakukan antara lain dengan memutar film secara serempak pengkhianatan PKI karena anak SD sekarang tidak mngerti PKI. Sedangkan di kampus malah menonton film PKI Senyap.
Kami dengan para pendeta mendatangi Komnas HAM terkait tulisan di kompas bahwa Komnas HAM meminta agar pemerintah meminta maaf kepada PKI.
Ini Komnas HAM indonesia atau Komnas HAM nya PKI. Kenapa ketika umat islam dibantai PKI, Komnas HAM hanya diam. Kalau kita meminta maaf kepada PKI maka sekalian saja pemerintah minta maaf kepada Belanda dan Jepang karena telah menjajah kita.

d. Taufik Ismail (Budayawan) mengatakan: Ada 3 buku yang ditulis oleh wartawan jawa pos dan buku baru berjudul Benturan NU dan PKI, ini bagus sekali, patut dibaca.
Dirinya juga sudah membuat buku sesudah 30 tahun gagalnya kudeta PKI. Kudeta PKI 1948 itu bukan peristiwa Madiun affair tapi deklarasi negara Soviet Indonesia yang katanya akan dipimpin oleh keturunan Nabi Musa yaitu Muso.
Remaja kita perlu membaca buku ttg pengkhiatan PKI, tapi sangat disayangkan remaja kita lebih terkagum-kagum terhadap buku-buku terbitan barat. Negara kita adalah yang tercepat dalam membubarkan komunis.
Di seluruh dunia dalam 74 tahun, komunis telah membantai 120 juta orang, artinya dalam sehari komunis telah membunuh 4500 orang, ini hasil penelitian.
PKI telah menyembunyikan fakta bahwa hanya PKI yang dibunuh oleh umat islam dan TNI, tapi sebabnya tidak pernah di sebut karena sebabnya PKI yang lebih dulu membantai umat islam dan anggota TNI.

e. Mayjen TNI Budi Sujana (Ketua Bela Negara) mengatakan : Kita akan memeperingati hari Pancasila pada 1-3 Juni 2016 dengan mengadakan simposium menolak bangkitnya PKI yang kemudian dilanjutkan dengan pawai akbar, diharapkan semua pihak ikut membantu agar terselenggaranya kegiatan nanti itu, ketua Panitianya bapak Kiky Syarnaki.
Kita terlena bahwa PKI tidak akan bangkit, nyatanya mereka sudah bangkit dan memegang posisi-posisi penting di pemerintahan.
Jangan sampai terlena lagi, mari kita tumpas PKI.

0 komentar:

Posting Komentar