Rabu, 11 Mei 2016 17:17
Pegawai
perhutani KPH Pati menunjukan cekungan yang diduga menjadi kuburan
massal di kawasan perhutani Regaloh kecamatan Tlogowungu, Pati. Di
tengah hutan tersebut ada tiga cekungan yang letaknya berdekatan. Foto: Tribun Bali / mamdukh adi Priyanto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Di tengah hutan di kawasan Perhutani Regaloh, Kecamatan Tlogowungu Pati, Tribun Jateng ditunjukan cekungan tanah yang diduga menjadi kuburan massal tragedi 1965 lalu oleh mandor Perhutani setempat.
Untuk menuju ke lokasi, harus melewati jalan hutan selebar 1,5 meter. Jalan becek dan berbatu ada di sepanjang jalan. Kanan kiri berupa semak dan ilalang.
Hutan yang didominasi pohon jati tersebut dikelola Perhutani KPH Pati. Sebagian besar pohon jati meranggas. Hutan tersebut juga terkenal disebut Hutan Pekainan (PKI). Karena diduga menjadi tempat pembantaian warga yang dituduh pengikut dan simpatisan PKI.
Tidak jauh dari jembatan kayu kecil yang dinamai Jembatan Genderuwo, ada tiga cekungan yang letaknya berdekatan satu sama lain.
"Ada tiga cekungan di hutan ini yang diduga menjadi lubang kuburan massal. Namun ada satu cekungan yang agak dalam dibandingkan yang lain. Diduga lubang tersebut belum digunakan sebagai kuburan," kata pegawai Perhutani KPH Pati, Sutriman.
Sutriman yang bermukim tidak jauh dari kawasan hutan tersebut juga pernah mempunyai pengalaman terkait cerita tragedi 1965 silam. Ayah Sutriman, Patmo Paijan pernah disuruh menggali lubang di hutan itu.
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Di tengah hutan di kawasan Perhutani Regaloh, Kecamatan Tlogowungu Pati, Tribun Jateng ditunjukan cekungan tanah yang diduga menjadi kuburan massal tragedi 1965 lalu oleh mandor Perhutani setempat.
Untuk menuju ke lokasi, harus melewati jalan hutan selebar 1,5 meter. Jalan becek dan berbatu ada di sepanjang jalan. Kanan kiri berupa semak dan ilalang.
Hutan yang didominasi pohon jati tersebut dikelola Perhutani KPH Pati. Sebagian besar pohon jati meranggas. Hutan tersebut juga terkenal disebut Hutan Pekainan (PKI). Karena diduga menjadi tempat pembantaian warga yang dituduh pengikut dan simpatisan PKI.
Tidak jauh dari jembatan kayu kecil yang dinamai Jembatan Genderuwo, ada tiga cekungan yang letaknya berdekatan satu sama lain.
"Ada tiga cekungan di hutan ini yang diduga menjadi lubang kuburan massal. Namun ada satu cekungan yang agak dalam dibandingkan yang lain. Diduga lubang tersebut belum digunakan sebagai kuburan," kata pegawai Perhutani KPH Pati, Sutriman.
Sutriman yang bermukim tidak jauh dari kawasan hutan tersebut juga pernah mempunyai pengalaman terkait cerita tragedi 1965 silam. Ayah Sutriman, Patmo Paijan pernah disuruh menggali lubang di hutan itu.
"Saat kejadian saya masih kecil. Namun, ayah saya pernah ikut
menggali lubang di hutan ini sedalam tujuh meter. Saat itu, ia diminta
perangkat desa setempat. Namun, tidak dikasih tahu untuk apa lubang
tersebut," terang Sutriman.
Adanya kuburan korban 1965 di hutan tersebut, kata dia, sudah dikenal warga sekitar hutan sejak dulu. Namun, kebenaran pastinya belum diketahui.
Menurutnya, sejak kecil dirinya dilarang orangtuanya untuk bermain di kawasan tersebut karena juga dikenal angker. Warga yang melintas di kawasan tersebut untuk mencari kayu di tengah hutan pernah melihat tubuh tanpa kepala tergeletak di sekitar cekungan tersebut.
"Tidak hanya warga, Kepala KPH Pati, Dadang saat meninjau lokasi pada petang hari pernah melihat hal serupa," imbuhnya.
Kendati begitu, tidak ada tanda khusus yang menunjukkan tempat itu sebagai kuburan. Warga setempat hanya mengenal lokasi itu dengan bekas kubangan yang diduga digunakan untuk membunuh korban 1965.
Dua prajurit TNI dari Kodim 0718/Pati disebut mendatangi tempat yang diduga kuburan massal korban 1965 di kawasan Hutan Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati.
"Tadi pagi, ada anggota Kodim yang datang ke sini. Saya sempat tanya, untuk kepentingan apa kok baru sekarang mendatangi kuburan yang diduga tempat pembunuhan korban 1965. Mereka hanya menjawab menjalankan tugas," ungkap Sutriman.(*)
Adanya kuburan korban 1965 di hutan tersebut, kata dia, sudah dikenal warga sekitar hutan sejak dulu. Namun, kebenaran pastinya belum diketahui.
Menurutnya, sejak kecil dirinya dilarang orangtuanya untuk bermain di kawasan tersebut karena juga dikenal angker. Warga yang melintas di kawasan tersebut untuk mencari kayu di tengah hutan pernah melihat tubuh tanpa kepala tergeletak di sekitar cekungan tersebut.
"Tidak hanya warga, Kepala KPH Pati, Dadang saat meninjau lokasi pada petang hari pernah melihat hal serupa," imbuhnya.
Kendati begitu, tidak ada tanda khusus yang menunjukkan tempat itu sebagai kuburan. Warga setempat hanya mengenal lokasi itu dengan bekas kubangan yang diduga digunakan untuk membunuh korban 1965.
Dua prajurit TNI dari Kodim 0718/Pati disebut mendatangi tempat yang diduga kuburan massal korban 1965 di kawasan Hutan Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati.
"Tadi pagi, ada anggota Kodim yang datang ke sini. Saya sempat tanya, untuk kepentingan apa kok baru sekarang mendatangi kuburan yang diduga tempat pembunuhan korban 1965. Mereka hanya menjawab menjalankan tugas," ungkap Sutriman.(*)
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah







0 komentar:
Posting Komentar