HUTAN MONGGOT

“Menurut taksiran, korban yang dieksekusi dan dibuang di lokasi ini tak kurang dari 2.000 orang”, kata saksi sejarah sambil menunjukkan lokasinya [Foto: Humas YPKP]

Sabtu, 30 April 2016

Dosen UGM: Simposium Nasional 1965 Perlu Ditindaklanjuti

Oleh: Adi Subandrio (MAP Corner-klub MKP UGM)   Simposium Nasional 1965 merupakan salah satu forum yang membedah tragedi 1965. Menurut Letjen (Purn) Agus Widjojo (Ketua Panitia Simposium 65) bahwa tujuan utama penyelenggaraan simposium ini adalah bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar dalam tragedi 1965, melainkan untuk mencari keadilan dengan menganalisa latar belakang situasi nasional ketika peristiwa 1965 ...

Pram Layak Disebut Novelis Terbaik Indonesia

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia Sabtu, 30/04/2016 15:42 WIB   Eka Kurniawan (CNN Indonesia/M. Andika Putra)     Jakarta, CNN Indonesia -- Eka Kurniawan punya standar sendiri soal buku bacaan. Ia lebih suka novel-novel Barat. Saban malas kuliah dan menghabiskan waktu diperpustakaan, ia lebih...

Tetralogi Buru Pramoedya Diselamatkan 'Sakit Minke'

Rizky Sekar Afrisia, Suriyanto & Rizky Sekar Afrisia, Suriyanto  CNN Indonesia | Sabtu, 30/04/2016 13:32 WIB Tumiso. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia -- Lazimnya, umpatan membuat orang tersinggung, bahkan tak jarang menimbulkan pertikaian. Namun tidak demikian halnya umpatan "bangsat" yang kerap dilontarkan Pramoedya Ananta Toer kepada sahabatnya, Tumiso.Bagi Tumiso, umpatan itu tidak benar-benar...

38 Tahun Menjaga Kertas Semen Titipan Pramoedya

Rizky Sekar Afrisia , CNN Indonesia Sabtu, 30/04/2016 12:22 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- "Hwie, kamu mau enggak saya titipi?"Sebaris kalimat tanya seorang kawan itu melayang di benakku dua hari menjelang kepulangan dari sebuah tanah buangan, akhir November 1978. Kawan itu tak sembarangan. Bukan sekadar kawan seperjuangan di pulau pengasingan, Buru. Dia seorang sastrawan, Pramoedya Ananta Toer, namanya.Pak Pram, begitu...

Pesan dalam Sepatu: Kabar Pramoedya untuk Dunia

Rizky Sekar Afrisia , CNN Indonesia Sabtu, 30/04/2016 11:35 WIB Buru, CNN Indonesia -- Menulis sudah jadi sumber penghidupan Pramoedya Ananta Toer sejak sebelum 1950. Ia akrab dengan pena, kertas, dan mesin ketik sejak bekerja untuk surat kabar Jepang di Jakarta. Pram mulai menerbitkan buku pada 1946, berjudul: Sepoeloeh Kepala Nica.Kurun 1950 sampai 1960-an, lelaki yang kemudian menjadi sastrawan besar Indonesia asal...

Berdamai dengan Masa Lalu

Sabtu, 30 April 2016 10:57 BEDAH TRAGEDI 1965: Simposium membedah tragedi 1965, di Hotel Arya Duta, Jakarta. Simposium nasional “Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan” digelar di Jakarta, 19 April, pekan lalu. Tantangan terlontar, bagaimana semua pihak bisa melepaskan masa lalunya.  REKONSILIASI menjadi dasar untuk dapat menyelesaikan pelanggaran HAM berat tahun 1965. Namun, rekonsiliasi harus dimulai dari diri sendiri. Semua...

Jumat, 29 April 2016

Setara : Dukung Ikhtiar Presiden Ungkap Kebenaran 1965

Jumat, 29 April 2016  Presiden RI, Joko Widodo JAKARTA- Perintah Presien Joko Widodo kepada Menkopolhukam, Luhut B Panjaitan untuk mencari kuburan massal korban genosida 65, merupakan respons Presiden Joko Widodo atas pernyataan Luhut sebelumnya yang mendahului Joko Widodo dengan menyatakan bahwa negara tidak akan pernah meminta maaf sekaligus menyangkal adanya kuburan massal serta ribuan korban dalam peristiwa 65. Hal ini disampaikan...

Penyintas: Sudah Banyak Orang Tahu Kuburan Massal Korban 1965

Jumat, 29 April 2016 | 22:18 WIB  13 keluarga korban pelanggaran berat HAM masa lalu mendatangi halaman depan gedung Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2016). Mereka membawa potongan papan berbentuk huruf yang jika digabungkan akan membentuk kalimat #MasihIngat. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap keputusan Pemerintah yang akan menyelesaikan kasus...

Komnas HAM dan Kejagung Dituding Sembunyikan Data Kuburan Massal Korban 1965

Jumat, 29 April 2016 | 22:09 WIB KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Kerua Setara Institute Hendardi di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2016) JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan untuk mencari lokasi kuburan massal korban peristiwa 1965. Menurut Ketua Setara Institute...