Mei 9, 2016
Di Indonesia, kata komunis lebih
menakutkan dibanding kata setanisme. Hal ini akibat informasi media
barat yang dominan selama puluhan tahun, membuat gaya hidup serta
terpatrinya pada sejarah bangsa ini, dimana lambang komunisme, Nazi
bahkan ISIS sangat tabu dan dilarang, namun lambang setanisme, kebebasan
dan kapitasme merangsak bahkan ke gaya hidup rakyatnya, dilakukan
dengan riang gembira, dan seakan tiada terasa.
“Peristiwa 1965 sejatinya hanyalah
politik “perebutan negara Indonesia” termasuk kekayaan alamnya, dari Uni
Soviet yang kala itu lebih terlihat mulai akrab dengan Indonesia yang
Non-Blok, agar berpaling kepada pihak barat dengan mengkambing-hitamkan
PKI yang pada masa kini disebut sebagai “False Flag Operation” karena
partai itu berhalauan komunis, persis seperti ideologi Uni Soviet
sebagai musuh dunia barat, agar dapat mencuri hati rakyat Indonesia dan
dapat berhasil menguras kekayaan alamnya yang tiada tara.”
Traumatik oleh kejadian yang dipercaya
sebagai pemberontakan komunisme pada masa lalu, membuat rakyat bangsa
ini sangat takut oleh komunis. Nyaris semua warga Indonesia tak tahu
komunisme selain dari ketakutan mereka.
Padahal banyak negara Islam yang warganya
sangat taat kepada agamanya, juga memiliki partai komunis seperti
Aljazair, Mesir, Libya, Tunisia, Sudan dan masih banyak lainnya.
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari buku Manifest der Kommunistischen
yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto
politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori
mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas
(sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah
menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah
sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam
suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah
bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi.
Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner
yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda
dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang
disebutnya sebagai masyarakat utopia, yaitu sebuah masyarakat hipotetis
sempurna, optimis dan idealis.
Sedangkan aliran ideologi komunis di
Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi
bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari
Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme.
Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus, dimana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.
Pada waktu itu, sebagai seorang
negarawan, Sukarno harus dapat merangkul semua golongan. Namun
gerak-gerik pro terhadap blok barat semakin menjadi-jadi untuk dapat
mencengkeram Indonesia.
Jika di Jerman pada waktu itu, Hitler
yang memimpin Nazi langsung kontra terhadap kapitalisme beraliran zion
dan satanisme dari usaha keras masuknya konglomerat dunia itu, yang
berusaha ingin mencengkram ekonomi dan kekayaan alam Jerman oleh klan
Rotchschild beserta sekutunya yang semua nyaris bangsa Yahudi.
Namun apa yang terjadi? Perang propaganda
melalui informasi dan media dihembuskan kepada dunia, seakan rakyat
Jerman yang ingin mempertahankan kekayaan negaranya untuk rakyatnya
sendiri, selalu dianggap salah, dan kemudian mengharamkan Nazi.
Foto
dan video tentang kekejaman Nazi yang bersumber dari perang lainnya dan
akibat wabah penyakit menular akhirnya disebar ke publik. Apapun
caranya, yang penting dunia membenci ideologi yang ingin memajukan
rakyatnya oleh kekayaan alamnya sendiri. Sisanya, biar militer yang
membereskannya.
Perang antara blok-barat dan blok-timur
masih kental. Jutaan rakyat jelata menjadi tentara, mengantar nyawa
mereka ke medan tempur.
Sedangkan hanya segelintir orang yang nanti menikmatinya, duduk manis, makan enak, tidur pun nyenyak. You go die in war, we’ll stay here… kamu tewas di medan perang, kami duduk manis disini.
Tapi propagada zion yahudi dan satanisme
berhasil. Jerman kalah, lambang Swastika Nazi yang merupakan lambang
kemakmuran dan perdamaian sejak dahulu kala sebelum dipakai Nazi,
dilarang oleh mereka, selamanya.
Perang geopolitik ini belum berakhir.
Setelah Nazi berhasil dikalahkan dan musnah, BAB-2 pun bergulir,
Komunisme. BAB-3 adalah ideologi Islam. Itulah semua musuh besarnya dan
semua sudah dirancang jauh hari sebelumnya, karena ini adalah agenda.
Namun nama dua terakhir yang dianggap
musuh zionisme itu tak mudah ditaklukkan. Mereka besar, teramat besar,
jumlahnya milyaran, dibanding Nazi yang hanya beebrapa juta saja. Lalu
bagaimana cara mengalahkan keduanya, Komunisme dan Islam?
Bagaimana menurut Anda? Jika anda cerdas, Anda pasti tahu jawabannya. Ya, benar: mengadu domba mereka! Sekali lagi, You go die in war, we’ll stay here!
Dan hebatnya, mereka tak perlu menurunkan tentaranya seperti ketika
melawan Nazi, mereka hanya perlu menyediakan peralatan perang kepada
yang diadu domba!
Sejak runtuhnya Nazi Jerman, pada saat
itu langsung komunis adalah sasaran mereka, lalu Islam yang kini agenda
itu juga sudah dimulai. Anda tak akan pernah mau percaya, oleh apapun
yang tak Anda ketahui.
Kata komunisme adalah ancaman yang
berbahaya dan tidak bermoral Islam, itulah pandangan yang diberikan
kepada mereka. Melalui cuci otak sejak dulu, banyak warga Indonesia yang
sangat takut dan benar-benar khawatir tentang orang-orang yang memiliki
mentalitas komunisme.
Mengapa bisa begitu? Ya jelas, karena ini
ujung-ujungnya hanyalah permainan geopolitik perebutan kekuasaan,
antara blok timur yang merupakan musuh besar blok barat untuk
memperebutkan Indonesia sebagai negara non-blok yang memiliki kekayaan
alamnya yang melimpah ruah.
Siapa pemenangnya? Blok barat, yang
hingga detik ini masih mengeksplorasi kekayaan Indonesia yang melimpah
ruah itu, masuk ke dalam pundi-pundi harta kekayaan di negara-negara
mereka selama puluhan tahun.
Partai komunis, tetap partai terlarang di Indonesia
Semangat anti-komunis tetap ada walau
sebagian, karena Indonesia tidak pernah secara resmi datang untuk
berdamai dengan periode gelap dalam sejarahnya waktu itu. Pemerintah
tidak pernah meminta maaf kepada korban pembantaian, atau dituntut para
pelaku, termasuk yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut.
Namun semakin banyaknya sejarah yang
terkubur kembali digali, berikut saksi-saksi mata dan banyak bukti, hal
itu bisa berubah sekarang. Ditambah semakin kritis dan cerdasnya warga
Indonesia yang selalu mencari kebenaran, maka hal ini dapat membuka
pemikiran baru yang dulu terkubur, bahwa semua itu hanyalah permainan
politik untuk merebut kekuasaan!
Dengan mendesak dari Dewan Hak Asasi
Manusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa musim panas 2013 lalu, Kejaksaan
Agung akhirnya setuju untuk menyelidiki pembunuhan 1965.
Mereka akan bekerja dengan Komisi Nasional Indonesia (Indonesia’s National Commission) tentang Hak Asasi Manusia, yang melakukan sendiri penyelidikan tiga tahun dan menyatakan pembantaian pelanggaran HAM berat.
Ada banyak forum di seluruh Indonesia
dimana keluarga korban pembersihan berbagi cerita. Tapi pemerintah harus
membuat rekonsiliasi prioritas nasional, karena forum lokal hanya bisa
sejauh ini.
Partai komunis secara resmi dilarang di Indonesia. Mantan presiden Suharto menggunakan komunisme sebagai bête noir
untuk mengkonsolidasikan kekuasaan, mulai tahun 1965, ketika komunis di
Indonesia dituduh memulai kudeta yang gagal dengan membunuh enam
jenderal Indonesia.
Pembunuhan itu kemudian memicu kekerasan
komunal tentara-tentara Indonesia yang disalurkan ke daerah pembersihan
untuk membunuh, yang tersebar di seluruh negeri dan berlangsung selama
berbulan-bulan.
“Bahkan setelah Soeharto dipaksa mundur
dari kekuasaan dan lebih dari 50 tahun setelah pembunuhan massal,
Indonesia ‘masih terjebak dalam perang dingin anti-komunisme dari
diktator yang sudah mati’,” menurut Michael Vann, seorang sejarawan di California State University, Sacramento.

Foto
Cover-Para korban memegang poster-poster berisi tuntutan untuk
mengungkap kasus 1965 saat melakukan aksi di Komnas HAM pada 2011.
(pict: kontras.org)
Brainwashed Komunis, bukan hanya untuk orang religius dan agamais
Di Indonesia, yang memiliki populasi
Muslim terbesar di dunia, banyak yang percaya bahwa setiap menunjukkan
berhaluan komunis berarti mengkhianati agama mereka. Banyak yang tercuci
otaknya akibat trauma yang dibuat pada masa new order di era Suharto, bahwa kata komunisme adalah ancaman yang berbahaya dan tidak bermoral Islam.
Akibatnya, banyak warga Indonesia yang
sangat takut dan benar-benar khawatir tentang orang-orang yang memiliki
mentalitas komunisme. Demikian pula, di sebuah museum untuk salah satu
jenderal tewas pada tahun 1965, anggota staf mengatakan bahwa komunisme
tidak mengizinkan agama.
“Itu harus menjadi alasan pertama aku
menentangnya,” kata pemuda itu, menolak untuk memberikan namanya. “Saya
percaya pada Tuhan, saya percaya surga dan neraka”, lanjutnya.
Museum yang dinamai Jenderal Ahmad Yani, adalah salah satu dari banyak musium di seluruh Indonesia yang mengabadikan hagiografi para jenderal yang dibunuh.
Di bawah Suharto, pandangan banyak rakyat
Indonesia yang dibentuk oleh propaganda serupa, termasuk video cuci
otak pemerintah bahwa anak-anak sekolah harus menonton setiap tahun,
menggambarkan komunis sebagai pembunuh haus darah, yang bernyanyi dan
menari karena mereka memutilasi para jenderal pada tahun 1965.
Video itu menghilang bersama dengan Suharto, tapi propaganda anti-komunis terus terlihat, terutama di musium-musium.
Vann, seorang sejarawan, mempelajari beberapa museum ini, khususnya Museum Pengkhianatan Komunis di daerah Lubang Buaya di tepian Jakarta, dan mengatakan hal itu “mengejutkan” bahwa mereka belum diganti.
Sebaliknya, mereka memperingati kematian
para jenderal dan mengabaikan orang-orang komunis yang dicurigai.
Pembantaian yang nyaman dengan melemparkan turun ke lubang ‘Orwellian
memory hole’ ” kata Vann.
“Pesannya adalah bahwa PKI (Partai
Komunis Indonesia) adalah sebuah organisasi jahat yang mampu membuat
kekerasan yang kejam dan berkomitmen untuk menabur kekacauan sosial,”
katanya.
Fakta Anti-Komunis yang kadang ternyata juga berideologi brutal
Dokumenter “The Act of Killing“,
yang masuk nominasi piala Oscar pada bulan Maret 2013 silam, justru
mengisahkan cerita yang berbeda, bukan komunis tapi justru musuh mereka
yang menunjukkan kapasitas melakukan kekerasan yang sangat kejam. Hal
ini justru menentang narasi anti-komunis yang resmi dibangun oleh
Soeharto.
Djakababa, dari pusat studi Asia Tenggara (Southeast Asian studies center),
mengatakan bahwa buku-buku sejarah harus direvisi untuk mencerminkan
hal baru, dari narasi yang saling bertentangan dari bukti dan para
saksi-saksi tersebut.
“Semakin banyak orang lain yang menelitinya, dan pandangan alternatif akan keluar, maka semakin baik,” katanya.
Mereka yang bertanggung jawab terhadap
1.965 lokasi pembantaian, dan pendukung mereka, sering digambarkan
sebagai orang yang berperilaku dengan impunitas atau kebebasan dari
hukuman.
Inilah salah satu cikal-bakal mengapa
hukum di Indonesia carut-marut, siapa yang berkuasa, maka dia tak pernah
bersalah, bahkan hingga kini, dan mungkin untuk waktu mendatang,
selamanya.
Kekuasaan dan dominasi adalah
pemenangnya, hukum pun diinjak-injak dan sejarah dikarang. Para pria
yang dulunya adalah saksi mata dan pelaku, dan sekaligus berperan dalam
film dokumenter itu seakan menghidupkan kembali penyiksaan adegan dengan
menggunakan kawat logam untuk menunjukkan bagaimana mereka mencekiki
yang dituduh komunis.
Mereka mengekspresikan kegembiraan
daripada menyesal, setelah lebih dari 50 tahun kemudian. Baik masyarakat
maupun pemerintah mengutuk mereka. Masyarakat Indonesia mungkin tidak
melihat apapun tentang pengadilan yang diatur oleh Khmer Merah atau
bekas penguasa Yugoslavia bahkan oleh Zionis Israel!
Tapi Djakababa mengatakan pihak berwenang
harus bertindak, jangan sampai Indonesia percaya bahwa pemerintah
mereka membenarkan pembunuhan massal. “Orang-orang akan tahu bahwa
mereka bisa lolos dengan itu,” kata Djakababa. “Ada risiko sejarah akan
terulang. Saya berharap hal itu tidak terjadi, tapi itu mungkin. “
Tahukah Anda, di negara-negara mana saja Partai Komunis ada dan diperbolehkan?
Partai komunis seperti partai lainnya
yang sudah global dan mendunia. Partai komunis adalah partai politik
yang menganut paham-paham sosialis dari komunisme dengan membentuk
pemerintahan komunis.
Nama “partai komunis” berawal dari sebuah karya berjudul The Communist Manifesto atau Manifest der Kommunistischen dari Karl Marx dan Friedrich Engels yang diterbitkan tahun 1850.
Karena di rasa terlalu panjang, berikut
ini adalah daftar partai berhalauan komunis dari hanya puluhan negara
saja, dari ratusan negara yang memiliki partai-partai berhalauan
komunis.
1. Partai Komunis di Negara-Negara Amerika
Di Amerika yang mayoritasnya beragama
Nasrani, apalagi Amerika Selatan yang merupakan umat Nasrani yang taat,
juga ada beberapa negara yang memiliki partai komunis, diantaranya:
- Amerika Serikat, (lihat daftar dibawah)
- Argentina, ada tiga:
- PCA, (The Communist Party of Argentina (bahasa Spanyol: Partido Comunista de la Argentina, atau disingkat “PC”))
- PCCE, (Communist Party of Argentina (Extraordinary Congress) (bahasa Spanyol: Partido Comunista de la Argentina (Congreso Extraordinario), atau PCCE)
- PCRA, (The Revolutionary Communist Party of Argentina (bahasa Spanyol: Partido Comunista Revolucionario de la Argentina))
- Bolivia, (The Communist Party of Bolivia (bahasa Spanyol: Partido Comunista de Bolivia))
- Brazil, ada dua:
- PCdoB (The Communist Party of Brazil (bahasa Portugal: Partido Comunista do Brasil, PCdoB))
- PCB, (Brazilian Communist Party (bahasa Portugal: Partido Comunista Brasileiro, nama asli: Partido Comunista do Brasil atau dalam bahasa Inggris: Communist Party of Brazil)
- Kanada, ada dua:
- CPoC, (The Communist Party of Canada (bahasa Perancis: Parti communiste du Canada / CPC))
- MLPoC, (The Communist Party of Canada (Marxist–Leninist) (CPC (ML))
- Chile, ada dua:
- PCCh, (The Communist Party of Chile (bahasa Spanyol: Partido Comunista de Chile))
- PC(AP), (Chilean Communist Party (Proletarian Action) (bahasa Spanyol: Partido Comunista Chileno (Acción Proletaria) PC(AP))
- Kolombia, (The Colombian Communist Party (bahasa Spanyol: Partido Comunista Colombiano) or PCC)
- Kuba, (The Communist Party of Cuba (bahasa Spanyol: Partido Comunista de Cuba, PCC))
- Ekuador, (Communist Party of Ecuador (bahasa Spanyol: Partido Comunista del Ecuador))
- Mexico, ada tiga:
- PC, (The Communist Party of Mexico, sebelumnya bernama the Party of Mexican Communists (Partido de los Comunistas Mexicanos))
- PPS, (The Popular Socialist Party (bahasa Spanyol: Partido Popular Socialista, PPS)
- PPSM, (People’s Socialist Party of Mexico (bahasa Spanyol: Partido Popular Socialista de México, PPSM))
- Panama, ada dua:
- PPP, (People’s Party of Panama (bahasa Spanyol: Partido del Pueblo de Panamá, PPP))
- PC(ml)P, (Communist Party (Marxist–Leninist) of Panama (bahasa Spanyol: Partido Comunista (marxista-leninista) de Panamá))
- Paraguay, (Paraguayan Communist Party (bahasa Spanyol: Partido Comunista Paraguayo))
- Peru, ada dua:
- PCP, (The Peruvian Communist Party (bahasa Spanyol: Partido Comunista Peruano))
- PCdelP–PR, (Communist Party of Peru – Red Fatherland (bahasa Spanyol: Partido Comunista del Perú – Patria Roja))
- Uruguay, (The Communist Party of Uruguay (bahasa Spanyol: Partido Comunista del Uruguay))
- Venezuela, (The Communist Party of Venezuela (bahasa Spanyol: Partido Comunista de Venezuela, PCV))
2. Partai komunis di negara-negara Afrika
Tahukah Anda beberapa negara di Afrika
memiliki partai komunis? Selai neara dengan mayoritas Nasrani, beberapa
diantara lainnya adalah negara-negara dengan mayoritas muslim yang taat,
berikut negara-negaranya:
2.1. Partai komunis di negara mayoritas muslim di Afrika:
- Aljazair (Algerian Party for Democracy and Socialism/ Parti Algérien pour la Démocratie et le Socialisme)
- Mesir (The Egyptian Communist Party / الحزب الشيوعي المصري) )
- Libya (The Partito Comunista Libiano (PCL) / حزب الشيوعي الليبي)
- Tunisia (The Workers’ Party /حزب العمال), sebelumnya bernama the Tunisian Workers’ Communist Party /حزب العمال الشيوعي التونسي, Ḥizb el-‘Umāl esh-Shyū‘ī et-Tūnsī atau dalam bahasa Perancis: Parti communiste des ouvriers de Tunisie, PCOT))
- Sudan Selatan, (The Sudanese Communist Party/ الحزب الشيوعي السوداني, Al-Hizb al-Shuyui al-Sudani, SCP)
- Sudan, (The Communist Party of South Sudan / حزب الشيوعي جنوب السودان, Hizb Al-Shuyu’i Janub Al-Sudan)
- Senegal, (The Party of Independence and Labour / Parti de l’Indépendance et du Travail)
2.2. Partai komunis di negara mayoritas nasrani di Afrika:
- Lesotho (The Communist Party of Lesotho / Mokhatio oa Makomonisi a Lesotho)
- Madagaskar, (Party of the Independence Congress of Madagascar / Bahasa Perancis: Parti du Congrès de l’indépendence de Madagascar / bahasa Malagasy: Antoko’ny Kongresi’ny Fahaleovantenan’i Madagasikara)
- Namibia, (The Communist Party of Namibia, dulunya bernama the Workers Revolutionary Party, WRP)
- Pulau Réunion Perancis (di timur Madagaskar), (The Communist Party of Réunion, bahasa Perancis: Parti Communiste Réunionnais, PCR)
- Afrika Selatan, (The South African Communist Party (SACP))
- Kingdom of Swaziland (di tenggara Afrika), (The Swaziland Communist Party (SWACOPA))
3.1. Negara yang memilik partai komunis di Timur Tengah
- Bahrain
- Iran, CPI, Tudeh Party
- Iraq
- Israel
- Jordan
- Lebanon
- Palestina
- Saudi Arabia
- Syria
- Bangladesh, CPB, WPB
- India, (lihat daftar dibawah)
- Pakistan
- Sri Lanka
- Burma
- Filipina
- Kamboja, KPK, KPRP
- Laos
- Malaysia
- Sarawak (Malaysia)
- Singapore, Marxist–Leninist Revolutionary Faction
- Thailand
- Vietnam, Former parties
- China (lihat daftar dibawah)
- Kazakhstan, CPK, CPPK
- Kyrgyzstan
- Nepal, Communist Party of Nepal, UCPN(M)
- Tajikistan
- Japan
- Taiwan, TCP, CPRC
- Korea
Semua negara Eropa memiliki partai komunis.
Dan masih ada beberapa negara di dunia lainnya yang akan terlalu panjang jika disebutkan satu per satu.
Inilah 10 negara dengan partai berhalauan komunis terbanyak sejagat
Kini Anda telah tahu, bahwa partai
komunis tak hanya dimiliki segelintir negara. Partai komunis adalah
global. Negara yang memiliki partai komunis di dunia jumlahnya ada di
ratusan negara.
Namun dari negara-negara itu terdapat
beberapa nagara yang memiliki partai komunis terbanyak. Berikut 10
negara dengan partai berhalauan komunis terbanyak di dunia, yaitu:
10. Italia (8 partai)
Communist Party of Italy
Italia memiliki 8 partai berhalauan komunis, yaitu:
Communist Refoundation
Party, Party of Italian Communists, Italian Marxist–Leninist Party,
Communist Party, Marxist–Leninist Italian Communist Party, Movement for
Peace and Socialism, Movement for the Confederation of the Communists,
dan partai Unified Communist Party of Italy.
9. Bangladesh (9 partai)
Bangladesh memiliki 9 partai berhalauan komunis, yaitu:
Communist Party of
Bangladesh, Socialist Party of Bangladesh, Revolutionary Workers Party
of Bangladesh, Communist Party of Bangladesh (Marxist–Leninist)[Dutta],
Communist Party of Bangladesh (Marxist–Leninist)[Umar], Proletarian
Party of East Bengal, Proletarian Party of East Bengal (Maoist Bolshevik
Reorganisation Movement), Workers Peasants Socialist Party dan partai
United Communist League of Bangladesh.
8. Kerajaan Inggris / United Kingdom (10 partai)
U.K. memiliki 10 partai berhalauan komunis, yaitu:
Communist Party of Britain (1920)
Communist Party of
Britain, Communist Party of Britain (Marxist–Leninist), Communist Party
of Great Britain (Marxist–Leninist), Communist Party of Great Britain
(Provisional Central Committee), Communist Party of Scotland, New
Communist Party of Britain, Revolutionary Communist Party of Britain
(Marxist–Leninist), Revolutionary Communist Group, Communist League, dan
partai Communist Party Alliance.
7. Russia (11 partai)

Communist Party of Social Justice
Russia memiliki partai berhalauan komunis, yaitu:
Communist Party of the
Russian Federation, Russian Communist Workers’ Party of the Communist
Party of the Soviet Union, Russian United Labour Front, Russian Maoist
Party, Party of the Dictatorship of the Proletariat, Alliance of the
Revolutionary Socialists, Labour Russia, Regional Party of Communists,
Marxist–Leninist Platform, Communist Party of Social Justice, dan partai
Communists of Russia itu sendiri.
6. Yunani (11 partai)
Yunani memiliki 11 partai berhalauan komunis, yaitu:
Communist Party of Greece
Communist Party of
Greece, Marxist–Leninist Communist Party of Greece, Communist Party of
Greece (Marxist–Leninist), Organization for the Reconstruction of the
Communist Party of Greece, Movement for the Reorganization of the
Communist Party of Greece 1918–55, Communist Renewal, Left
Anti-capitalist Group, Left Group, Left Recomposition, New Left Current,
dan partai Revolutionary Communist Movement of Greece.
5. Iran (13 partai)
Iran memiliki 13 partai berhalauan komunis, yaitu:

Communist Party of Iran
Komalah Tudeh Party of
Iran, Communist Party of Iran, Communist Party of Iran
(Marxist–Leninist–Maoist), Labour Party of Iran, Worker-communist Party
of Iran, Worker-communist Party of Iran – Hekmatist, Worker-communism
Unity Party of Iran, Workers Left Unity – Iran, Fedaian Organisation
(Minority), Organization of Iranian People’s Fedai Guerrillas,
Organization of Iranian People’s Fedai Guerrillas (In Search of Identity
Program), Iranian People’s Fedai Guerrillas, dan partai Toilers’ Party
of Iran.
4. Amerika Serikat (15 partai)
Amerika Serikat sebagai urutan nomer-4
yang memiliki partai berhalauan komunis terbanyak di dunia, terdapat
sebanyak 15 partai politik, yaitu:
Communist Party USA
American Party of
Labor, Communist Party USA, Communist Voice Organization, League of
Revolutionaries for a New America, Party for Socialism and Liberation,
Party of Communists USA, Progressive Labor Party, Revolutionary
Organization of Labor, Revolutionary Communist Party, U.S.
Marxist–Leninist Organization, Workers Party USA, Workers World Party,
Socialist Workers Party, Freedom Road Socialist Organization, dan
Freedom Road Socialist Organization.
3. Turki (18 partai)
Turki adalah negara urutan ketiga sejagat yang memiliki 18 partai politik berhalauan komunis terbanyak di planet ini, yaitu:

Communist Party of Turkey (Workers Voice)
Communist Party,
People’s Communist Party of Turkey, Marxist–Leninist Communist Party,
Workers’ Party, Communist Labour Party of Turkey/Leninist, Revolutionary
Communist Party of Turkey, Labour Party, Communist Party of Turkey
(Workers Voice), Communist Party of Turkey/Marxist–Leninist, Communist
Party of Turkey/Marxist–Leninist (Maoist Party Centre), Communist
Revolution Movement/Leninist, Communist Workers Party of Turkey, Maoist
Communist Party, Revolutionary People’s Liberation Party–Front, Union of
Revolutionary Communists of Turkey, Communist Party of Kurdistan,
Revolutionary Party of Kurdistan, dan partai Bolshevik Party (North
Kurdistan – Turkey).
2. Spanyol (31 partai)
Spanyol sebagai urutan kedua, adalah negara runner up yang memiliki 18 partai politik berhalauan komunis terbanyak di dunia, yaitu:
Communist Party of Spain
Communist Party of
Spain, Communist Party of the People of Spain, Communist Party of Spain
(Marxist–Leninist), Communist Party of Spain (Reconstituted), Communist
Unification of Spain, Spanish Communist Workers’ Party, Revolutionary
Communist Party, Marxist–Leninist Front of the Peoples of Spain, Party
of the Communists of Catalonia, Living Unified Socialist Party of
Catalonia, United and Alternative Left, Communist Party of the Catalan
People, Communist Workers Bloc of Andalusia, Galician People’s Union,
Communist Party of the Menadores, Communist Party of Spain (Maoist),
Communist Reconstruction, Communist Initiative, Primeira Linha,
Democratic Labour Party, Endavant (OSAN), Kimetz, Communist Party of the
Basque Homelands, Galician Peoples’ Front, Galician Movement for
Socialism, Andalucía Comunista, Unidad del Pueblo, In Struggle,
Corriente Roja, Red Roja, Socialist Internationalist Workers’ Party, dan
partai Revolutionary Workers’ Party.
1. India (46 partai)
India adalah juaranya, memiliki 46 partai berhalauan komunis terbanyak sejagat, yaitu:
Communist Party of India (CPI)
Communist Party of
India (Marxist), Communist Party of India, Communist Party of India
(Maoist), Revolutionary Socialist Party, Revolutionary Socialist Party
of India (Marxist–Leninist), Socialist Unity Centre of India
(Communist), Radical Socialist, Communist Party of India
(Marxist–Leninist) New Democracy, Communist Party of India
(Marxist–Leninist) Liberation, Communist Party of India
(Marxist–Leninist) Naxalbari, Communist Party of India
(Marxist–Leninist) Janashakti, Communist Party of India
(Marxist-Leninist) Red Star, Communist Party of India (Marxist–Leninist)
[Kanu Sanyal], Communist Party of India (Marxist–Leninist) [Mahadev
Mukherjee], Provisional Central Committee, Communist Party of India
(Marxist–Leninist), Communist Party of India (Marxist–Leninist) Red
Flag, Communist Revolt Party of India, Communist Marxist Party,
Communist Party of Bharat, Communist Party of Revolutionary Marxists,
Communist Party of United States of India, Communist Revolutionary
League of India, Communist Revolutionary Party, Workers Party of India,
Peasants and Workers Party of India, Workers Party, Revolutionary
Communist Party, Red Flag Party, Red Flag Party (Leninist), Marxist
Co-ordination Committee, Marxist Communist Party of India (United),
Marxist Platform, Marxist Periarist Communist Party, Marxist–Leninist
Committee, Odisha Communist Party, Peoples Revolutionary Party of India,
Revolutionary Communist Centre of India (Marxist–Leninist–Maoist),
Revolutionary Communist Party of India, Truthseeker Communist Party,
Telangana Communist Party, Forward Block, United Communist Party of
India, Unity Centre of Communist Revolutionaries of India
(Marxist–Leninist), Maoist Communist Party of Manipur dan partai
Communist Party of Marxist New.
Apakah Partai Komunis di Indonesia sudah hilang?
Banyak orang bertanya, apakah Partai
Komunis Indonesia (PKI) sudah hilang? Jawabannya adalah: Ya, tentu saja
partai komunis di Indonesia sudah tak ada, hilang, musnah. Partai sudah
itu dibubarkan oleh pemerintahan era Orde Baru lalu yang membentuk
Partai Golongan Karya atau dikenal dengan singkatan Partai Golkar,
dikala pemerintahan mantan almarhum presiden Suharto.
Pada tanggal 12 Maret 1966, dengan
mengatasnamakan Presiden Soekarno, Soeharto mengeluarkan Keputusan
Presiden Nomor 1/3/1966 perihal pembubaran Partai Komunis Indonesia
(PKI). Isinya, membubarkan Partai Komunis Indonesia termasuk
bagian-bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai ke daerah beserta
semua organisasi yang seasas, berlindung, dan bernaung di bawahnya.
Kedua, Soeharto menyatakan PKI sebagai
organisasi terlarang di seluruh wilayah kekuasaan negara Republik
Indonesia. Lalu, pada Senin 14 Maret 1966, keputusan presiden tersebut
dikeluarkan dengan memperhatikan hasil pemeriksaan serta putusan Mahkamah Militer Luar Biasa terhadap tokoh-tokoh PKI yang dituduh terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Keputusan tersebut kemudian diperkuat
dengan Ketetapan MPRS Nomor XXV/1966. Langkah ini merupakan kebijakan
pertama Soeharto setelah menerima Surat Perintah 11 Maret sebagai upaya
mengembalikan stabilitas negara.
Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, upaya pembubaran PKI bisa dilihat
dari sisi politis dan bukan dari sisi ideologi. Menurut Asvi, dengan
dibubarkannya PKI, berarti upaya pengalihan atau perebutan kekuasaan
dari Soekarno akan semakin mudah. Asvi melihat saat itu Soeharto
berusaha untuk memisahkan Soekarno dengan orang-orang terdekat dan para
pendukungnya yang setia.
“PKI itu pendukung Soekarno. PKI itu
dibubarkan bukan karena ideologinya, tetapi karena partai yang mendukung
Soekarno. Kabarnya anggotanya mencapai 3 juta orang. Artinya, 3 juta
pendukung Soekarno itu sudah bubar,” ujar Asvi pada Minggu (6/3/2016)
lalu.
Upaya menghabisi kekuatan Soekarno bisa
dilihat di serangkaian peristiwa berikutnya. Pada tanggal 18 Maret 1966,
menurut versi Asvi, Soeharto atas nama Soekarno mengeluarkan perintah
penahanan sementara terhadap 15 menteri yang setia kepada Soekarno.
Menteri yang ditahan itu adalah Oe Cu
Tat, Setiadi Reksoprodjo, Sumarjo, Soebandrio, Chairul Saleh,
Soerachman, Yusuf Muda Dalam, Armunanto, Sutomo Martiprojo, Astrawinata,
Mayjen TNI Achmadi, Moch Achadi, Letkol Inf Imam Syafei, J Tumakaka,
dan Mayjen TNI Sumarno.
Sementara itu, menurut versi buku
biografi Soeharto, penahanan tersebut dilakukan karena ada sejumlah
demonstran menuntut perombakan kabinet. Mereka menduga ada beberapa
menteri yang terindikasi terlibat peristiwa G30S dan dekat dengan PKI.
Mereka juga meminta menteri-menteri tersebut ditangkap dan diserahkan ke
Makostrad.
Rangkaian hari-hari sesudah itu, Soeharto melakukan pembubaran pasukan pengawal Presiden Tjakrabirawa.
Mereka dipulangkan ke daerah masing-masing pada 20 Maret 1966.
Pemulangan itu dilakukan terhadap empat batalyon dan satuan detasemen
atau sekitar 3.000 sampai 4.000 pasukan.
“Orang-orang yang menjaga dan loyal
kepada Soekarno itu disingkirkan. Mereka adalah kekuatan pendukung Bung
Karno. Kemudian, tugasnya diserahkan kepada Pomdam Jaya. Seakan Soeharto
ingin mengurung dan mengawasi Soekarno, bukan mengamankan beliau,”
tutur Asvi.
Tapi perlu diingat, walau partai komunis
sudah bubar dan tak ada lagi di Indonesia, namun ajaran komunis
masih tetap ada. Rasa kebersamaan dan gotong-royong sebagai contohnya,
adalah salah satu cirinya.
Padahal rasa sosial itu sudah terbentuk
jauh-jauh sebelum komunis ada di Indonesia, yaitu sejak zaman para
leluhur bangsa Indonesia yang mengajarkan bagaimana perlunya kebersamaan
dan gotong-royong, duduk sama rendah berdiri sama tinggi.
Menteri Dalam Negeri Minta Aparat Segera Cari Otak Dibalik Propaganda Munculnya PKI!
Apalah PKI sudah bubar, ya sudah pasti.
Tapi, apakah ideologinya masih ada di Indonesia? Bisa jadi. Karena
sempat beredar logo Komunis di pin / bros dan kaos di Jakarta pada Maret
2016 lalu.
Karenanya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo
Kumolo meminta kepada aparat untuk mencari tahu siapa dalang yang berada
di balik beredarnya gambar palu arit yang merupakan simbol Partai Komis
Indonesia (PKI).

Tjahjo_Kumolo,
(lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957), adalah Menteri
Dalam Negeri Indonesia ke-29, yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada
Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. (wikimedia).
Tjahjo curiga, apakah benar kelompok ini telah berafiliasi ke partai yang bersangkutan?
Tjahjo juga meminta kepada aparat untuk
menyelidiki apakah isu tersebut merupakan pembetukan opini dari pihak
yang ini untuk memperkeruh keadaan atau ingin mengadu domba. Jangan
dilihat barangnya, namun siapa yang membuat barangnya!
Namun Tjahjo juga meminta masyarakat
untuk tidak terburu-buru berkomentar negatif mengenai beredarnya simbol
PKI. Dirinya tidak ingin komentar-komentar tersebut akan berimbas tidak
baik kepada masyarakat Indonesia.
Diberitakan bahwa tim Kodam jaya dan
Polda Metro Jaya telah menyita satu lusin baju band kreator dari dua
toko di Blok M Square dan juga Blok M Mall, Jalan Mentawai, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan pada hari Minggu 8 Mei 2016.
Kaos band kreator itu bergambarkan simbol PKI. Band Kreator merupakan band yang beraliran Trash Metal
yang berasal dari Jerman. Band ini berdiri sejak tahun 1982. Band
bernama kreator tersebut kini merupakan kiblat musik aliran Trash Metal
yang sudah memiliki 12 album.
Gambar palu dan arit itu merupakan cover dari album tur mereka pada tahun 1990 lalu yang bernama “At The Pulse of Kapitulation”. Selain itu aparat juga meminta sejumlah keterangan dari pemilik toko dan juga dua karyawannya.
Selain tu, beredar pula kaos dan pin atau
bros lambang Komunis. Itu terbukti dari tertangkapnya seorang pemuda
yang memakai pin Komunis sedang menaiki sepeda motor.
Sedangkan kaos Komunis, tersebar fotonya
di media sosial sedang dicetak dan siap edar. Rencananya kaos-kaos
berwarna dasar merah dengan lambang komunis berwarna kuning itu akan
dibagikan secara gratis. Hal ini memicu kemarahan berbagai pihak.
Akibatnya, pihak kepolisian langsung meneliti kasus ini.

Polda Metro Jaya sita kaos band Kreator di daerah Blok-M yang bergambar palu dan arit (pic: Humas Polda Metro jaya)
Menteri Pertahanan: “Apapun yang Berbau Komunis, Dilarang!”
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard
Ryaccudu menegaskan, pihaknya tidak mentolerir penggunaan atau
pemanfaatan apapun yang berbau komunis di Indonesia. Ryamizard
melandaskan hal ini berdasarkan Tap MPR dan UU nomor 27 tahun 1999
tentang keamanan negara.
“Jadi apapun yang berbau komunis ada
hukumnya. Dilarang,” kata Ryamizard di kantor Kemenhan, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016) silam. Seluruh buku yang berbau
komunis, barang-barang yang berbau komunis hingga informasi komunisme
di internet, seluruhnya dilarang. Ryamizard menegaskan akan bersikap
tegas kepada siapapun atas penggunaan atribut terlarang di Indonesia
itu.
“Jadi semua yang dilakukan berdasarkan
undang-undang, nggak ngarang-ngarang,” katanya. Sementara terkait arahan
Presiden Joko Widodo yang meminta agar aparat tidak berlebihan
menyikapi komunisme, Ryamizard menilai hal itu merupakan arahan umum.
Baginya, Presiden Jokowi tidak melarang penindakan terhadap penggunaan
atribut komunisme.
“Artinya perintah dari sana disampaikan
pada seluruhnya. Baik pada aparat, kepada rakyat. Presiden Jokowi tidak
bilang detil begitu,” katanya. Menurut Ryamizard, arahan Presiden bukan
berarti melarang penindakan tegas atas penggunaan atribut komunisme.
Justru arahan tersebut dinilainya
mempertegas posisi rakyat dan aparat dalam memerangi komunisme. “Ini
sudah jelas. Kalau sudah jelas, Presiden nggak usah diulang-ulang.
Aparat sudah tahu yang harus dilakukan, rakyat juga harus tahu apa yang
dilakukan. Jangan macam-macam begitu,” tuturnya.
Ryamizard
Ryacudu (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950) adalah
Menteri Pertahanan RI ke-26 ia menjabat sejak 27 Oktober 2014 pada
Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo. (wikimedia)
Ryamizard juga menegaskan, aksi sekecil
apapun terkait komunisme dapat memicu kerusuhan. Dia tak ingin hal itu
terjadi di Indonesia.
“Saya sebagai Menhan enggak ingin di
republik ini ribut-ribut. Maunya saya aman enggak ada apa-apa, apalagi
perkelahian pertumpahan darah. Ini enggak boleh terjadi,” katanya.
Dikatakan Ryamizard, dirinya selalu
mengingatkan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang menggunakan atribut
atau menyebarkan informasi apapun tentang komunisme. Menurutnya hal itu
hanya membuka luka lama.
“Yang dulu sudahlah. Sudah damai kenapa diungkit lagi. Kalau dipancing-pancing pasti ada kejadiannnya itu,” katanya.
Ryamizard mengatakan, dirinya tidak
berlebihan dalam menyikapi hal ini. Sebab langkahnya didasari dengan
undang-undang tentang keamanan negara yakni UU nomor 27 tahun 1999 pasal
107.
Dia mengakui, mungkin masih ada warga
yang tidak memahami larangan tersebut. Oleh karena itu, informasi
tentang larangan penggunaan atribut komunisme harus disosialisasikan
lagi. Melawan komunisme, kata Ryamizard, sama dengan melawan terorisme.
“Seperti kita benci radikal agama. Sama juga ini ke kanan, ini ke kiri.
Pancasila di tengah. Enggak kiri ke kanan. Kita kembali ke situ,”
ucapnya tegas.
Komunistophobia: Komunis, masih merupakan kata haram dan menghantui Indonesia
Sudah lebih dari 50 tahun setelah
pembersihan anti-komunis yang menewaskan sedikitnya 500.000 hingga
2.000.000 orang Indonesia, dan semangat anti-komunis masih dipanaskan.
Beberapa dokumentasi mengenainya mulai tersebar, diantaranya:
- The Act of Killing (Jagal)
Film “The Act of Killing”
atau “Jagal”, keluar pada tahun 2012 – menunjukkan bahwa kebencian dan
kekerasan terhadap komunisme tetap tidak ditoleransi bahkan
kadang-kadang dirayakan. Film The Act of Killing mengambil sudut pandang pelaku pembantaian.
Herman Koto, seorang
gangster dan pemimpin paramiliter Indonesia, menjelaskan bagaimana ia
sangat senang untuk mendapatkan beberapa wanita komunis.
“Jika mereka cantik,
aku akan memperkosa mereka semua,” katanya. Kemudian orang-orang di
sekelilingnya tertawa tanda setuju, Koto mengatakan kepada mereka bahwa
jika komunis baru berusia 14 tahun, semuanya manis.
“Saya akan mengatakan, bahwa hal itu akan menjadi neraka bagi Anda, tetapi surga di bumi bagi saya,” ujarnya.
Koto adalah pemeran
asli, pelaku dan saksi hidup saat kejadian dulu, dalam adegan dari film
dokumenter besutan Joshua Oppenheimer yaitu “The Act of Killing” atau “Jagal”, dimana ia salah satu anggota regu anti-komunis yang membantai mereka justru seperti penganut satanis.
Dengan bangga
menunjukkan bagaimana mereka membunuh komunis dan para tersangka komunis
di tahun 1965 lalu secara brutal. Oleh dunia, tragedi itu di cap
sebagai “salah satu pembunuhan massal terburuk abad ke-20”. (lihat film “The Act of Killing” atau “Jagal” dibawah artikel atau klik disini, durasi 2 jam 40 menit).
- The Look of Silence (Senyap)
Selain itu film dokumenter besutan Joshua Oppenheimer selanjutnya berjudul “The Look of Silence” atau “Senyap” merupakan dokumenter tentang pembantaian massal 1965 di Sumatra Utara, juga beredar setelahnya.
Namun jika The Act of Killing mengambil sudut pandang pelaku pembantaian, maka film ini bertutur dari kacamata korban.
Film dokumentasi ini
mengisahkan seorang ahli mata / tukang kacamata yang kakaknya dibunuh
dalam gelombang pembantaian tersebut. Ia bertekad memecah belenggu
kebisuan yang menyelimuti korban dan keluarganya, serta mencari pelaku
pembunuhan kakaknya.
Ia mengorek keterangan
kepada para penduduk dan pelaku pembantaian, serta para saksi mata
lainnya yang semuanya telah tua, di daerah kota Medan, Sumatra Utara.
Dimana dalam film itu,
para pembantai masyarakat yang mereka tuduh PKI, mengungkap semuanya,
termasuk bagaimana keadaan pada saat itu, bagaimana cara mengintimidasi,
menculik, bahkan memprektekkan bagaimana membunuh dengan sadis, hingga
dimana mereka dikubur atau dibuang ke sungai.
Para pelaku pembantaian
secara terbuka dan blak-blakan menjelaskan semuanya kejadiannya pada
masa lalu itu dengan rinci, hingga ke lokasi pembantaian di pinggir
sebuah sungai. (lihat film “Senyap” dibawah artikel). (lihat film “The Look of Silence” atau “Senyap” dibawah artikel atau klik disini, durasi 1 jam 40 menit).
- CIA’s The Black Operation (Operasi Hitam CIA) di Indonesia
Sebelum terjadinya
peristiwa yang ditulis sebagai pemberontakan PKI itu, para agen CIA
Amerika berserta para antek-anteknya yang juga orang Indonesia, sudah
terlebih dulu diterjunkan ke Indonesia.
Misi mereka adalah
propaganda hasil perencanaan dunia barat, agar Indonesia lebih pro ke
barat agar kekayaan alamnya bisa dikuasai negara-negara pro-barat.
Sebuah agenda besar mereka adalah dilakukannya misi dan operasi intelijen yang bersandi “The Black Operation”. Segala media berupa koran, pamflet, film, brosur dan sejenisnya dikuasai oleh agen CIA.
Kemudian propaganda
mengenai kejelekan komunis dan pertemanan Indonesia dengan dunia barat
yang diakui lebih akrab, serta dugaan terkaitnya presiden Sukarno dengan
PKI, mulai disebarkan. Dengan propaganda itu, semakin bencinya
masyarakat luas terhadap PKI melalui tulisan dan gambar yang disebarkan.
Maka PKI akan terdesak
dengan sendirinya, dan terjadilah pertumpahan darah antar sesama anak
bangsa sendiri. Intelijen CIA dan negara pro-Barat pun tak perlu turun
tangan lagi, hanya duduk manis dan menuai hasilnya, untuk kemudian
menanamkam modalnya dan menguras kekayaan negeri ini.
Para pengamat politik AS banyak yang menyatakan bahwa Operasi Hitam atau “The Black Operation”
yang dikakukan CIA tersebut merupakan operasi yang sangat jahat
sepanjang sejarah intelijen AS, karena mengakibatkan terbunuhnya sekitar
1-3 juta orang, dan sisanya di penjara tanpa melalui proses hukum. (lihat video “The Black Operation in Indonesia” dibawah artikel atau klik disini, durasi 1 jam 40 menit).
Film Yang Menguak Tragedi 1965 Menuai Penghargaan
Sutradara Joshua Oppenheimer, pembuat film The Act of Killing (Jagal) dan The Look of Silence
(Senyap ) meraih penghargaan film dokumenter terbaik di Festival Film
dan Televisi Inggris Bafta, juga di Festival Film Venesia ke-71, di
Italia.
The Look of Silence (Senyap) yang merupakan sekuel dari The Act of Killing (Jagal) meraih lima penghargaan yaitu Penghargaan Utama Juri (Grand Jury Prize), FIPRESCI Award (Penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional) untuk film terbaik, Mouse d’Oro Award (Penghargaan Kritikus Online) untuk film terbaik, Fedeora Award (Federasi Kritikus Film Eropa dan Mediterania) untuk film terbaik Eropa-Mediterania dan Human Rights Nights Award untuk film terbaik bertema hak asasi manusia.

Sutradara Joshua Oppenheimer, pembuat film The Act of Killing (Jagal) dan The Look of Silence (Senyap ) saat menerima Penghargaan Bafta Inggris (pic: Reuters)
The Look of Silence (Senyap) yang merupakan sekuel dari The Act of Killing (Jagal) meraih lima penghargaan yaitu Penghargaan Utama Juri (Grand Jury Prize), FIPRESCI Award (Penghargaan Federasi Kritikus Film Internasional) untuk film terbaik, Mouse d’Oro Award (Penghargaan Kritikus Online) untuk film terbaik, Fedeora Award (Federasi Kritikus Film Eropa dan Mediterania) untuk film terbaik Eropa-Mediterania dan Human Rights Nights Award untuk film terbaik bertema hak asasi manusia.
Dalam wawancara dengan BBC usai kemenangan di Bafta, Oppenheimer mengatakan kini ia merasa tidak aman jika kembali ke Indonesia.
“Saya sangat ingin kembali ke Indonesia.
Film itu adalah surat cinta saya untuk Indonesia. Di saat yang sama,
salah satu hal paling sedih yang saya rasakan setelah merilis film itu
adalah saya tidak bisa kembali ke Indonesia dengan aman,” kata
Oppenheimer kepada wartawan BBC.
Menurut banyak pakar politik, operasi intelijen “Black Operation”,
adalah agenda politik Amerika, bahwa peristiwa 1965 sejatinya hanyalah
politik “perebutan Indonesia” termasuk kekayaan alamnya, dari Uni Soviet
yang kala itu lebih terlihat mulai akrab dengan Indonesia yang
Non-Blok, agar berpaling kepada pihak barat, dengan mengkambing-hitamkan
PKI yang pada masa kini disebut sebagai “False Flag Operation” karena
mereka berhalauan komunis yang persis seperti ideologi Uni Soviet
sebagai musuh dunia barat, agar dapat mencuri hati rakyat Indonesia dan
menguras kekayaan alamnya yang tiada tara.
Apa Maksud dan Tujuan Pembuatan Film Yang Menguak Peristiwa 1965?
Apa yang akan dituju dengan diibuatnya kedua film dokumenter “The Act of Killing” atau “Jagal”, dan “The Look of Silence” atau “Senyap”? Alasan sang pembuat pastinya adalah menguak apa yang sebenarnya terjadi, mumpung saksi hidupnya masih tersisa.
Selain itu juga menguak hak azazi yang
serasa diinjak-injak oleh saudara sebangsanya sendiri. Ditambah jadi
ngtop-nya sang sutradara di kancah perfilman dunia, dan tentunya: uang.

Peristiwa
Gerakan 30 September PKI / Gestapu tahun 1965 yang mencekap bangsa
Indonesia. Tampak beberapa individu yang dicurigai PKI diikat, dibunuh
lalu dikubur dalam lubang yang mereka gali sendiri.
Namun, apa yang akan terjadi di
Indonesia? Efek kedepannya bisa saja akan menjadi bibit-bibit kebencian
antar saudara setanah air, dan mungkin juga menjadi konflik.
Hal ini mengingat bahwa masyarakat,
rakyat, penguasa, pejabat, hingga politikus bangsa ini, masih “belajar
demokrasi” yang baru terasa “merdeka” di tahun 1998.
Mereka belum bisa berhadapan dengan
kelompok yang berbeda pendapat. Mereka takut, ngeri dan tak suka dengan
masa lalu yang mengerikan.
Cara berfikir dan cuci otak yang telah
digodok selama 30 tahun itu akan selalu ada untuk empat generasi atau
bahkan sampai beberapa generasi ke depan.
Bisa jadi, tujuan pertama dengan adanya
film ini, akan timbul penggemar, dan para penggemar tersebut pastinya
akan menyukai film tersebut.
Namun, yang bermasalah disini bahwa
bintangnya adalah Komunis, dan dikhawatirkan nanti akan lahir
benih-benih Komunis dengan paham baru di Indonesia. Padahal secara nyata
bangsa Indonesia sangat menentang Komunisme!
Yang kedua, tujuan film dimana Indonesia
sekarang ini sudah tenteram dengan ideologi Pancasila, yang terbukti
telah mampu mempersatukan bangsa ini diatas ratusan suku, budaya dan
bahasa daerah, akan kembali melahirkan pemberontakan baru.
Padahal telah terbukti pula, belasan
pemberontakan tak pernah berhasil mencerai-beraikan persatuan ratusan
suku-suku di negeri yang terdiri dari ribuan pulau. Begitu hebatnya
rakyat negeri ini dan membuat kita bangga karenanya.
Bangsa yang secara nyata telah menjunjung
tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa, dan seperti yang kita tahu bahwa
komunis adalah ideologi yang tak percaya tentang ketuhanan, dan jika
ideologi komunis di Indonesia akan lahir lagi, apa nanti sejarah suram
akan terulang? Lalu, siapa yang akan diuntungkan?
Apa yang harus kita lakukan? Sebagai
penganut umat beragama atau believers, seharusnya kita bersatu, apalagi
jika iman kita telah kuat, apapun ideologi yang dapat mengoyak bangsa
ini, niscaya tak akan mempengaruhi keimanan kita.
Bersatu, saling menghormati, saling
manjaga kerukunan yang telah diwarisi oleh para nenek-moyang, leluhur
dan pejuang kita adalah suatu yang tak ternilai harganya. yaitu
ketentraman antar sesama ras, agama, suku, dan antar golongan. Indonesia
Jaya. (©IndoCropCircles.com)
https://indocropcircles.wordpress.com/2016/05/09/kata-komunis-di-indonesia-merupakan-kata-haram/
- VOAnews, ‘Communist’ Still a Dirty Word in Indonesia
- kompas.com, 12 Maret 1966, Soeharto Bubarkan PKI
- merdeka.com, Ini kedekatan Golkar dan Partai Komunis China
- detik.com, Menhan: Apapun yang Berbau Komunis, Dilarang!
- wikipedia, List of communist parties
- kontras.org, Dokumen [PDF] Menyusun Puzzle Pelanggaran HAM 1965


















0 komentar:
Posting Komentar