Kamis, 12 Mei 2016

Propaganda kebangkitan komunis cara lama halangi ungkap peristiwa 65

Reporter : Eko Prasetya | Kamis, 12 Mei 2016 11:44

Palu Arit simbol Komunis. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Setara Institute Hendardi menilai propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama untuk membungkam kebebasan warga. Selain itu, kata dia, bisa juga untuk menghalang-halangi upaya pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban peristiwa 1965.

"Presiden Joko Widodo harus memastikan apakah betul propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama itu," kata Hendardi melalui siaran pers diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (12/4).

Hendardi menilai pernyataan Presiden yang disampaikan pemerintah terkait langkah menghadapi dugaan kebangkitan komunisme merupakan bentuk kemunduran dimana sedang berupaya menyelesaikan kasus 1965.

"Kemungkinan Presiden memperoleh masukan yang tidak tepat dari pihak-pihak tertentu yang ingin membelokkan fenomena intoleransi yang terjadi dalam bentuk pembubaran kegiatan masyarakat sebagai bentuk bentuk kebangkitan komunisme," tuturnya.

Menurut Hendardi, masyarakat Indonesia tentu paham bahwa Indonesia masih memiliki Tap MPRS dan UU No 27 Tahun 1996 tentang perubahan pasal 107 KUHP yang melarang komunisme. Namun, penerapan ketentuan itu merupakan tindakan yang membahayakan demokrasi dan hak asasi manusia.

"Selama ini tuduhan kebangkitan komunisme tidak pernah bisa diverifikasi dan dibuktikan oleh pemerintah karena merupakan propaganda tanpa indikasi dan bukti yang kuat," katanya.
[eko] 
http://www.merdeka.com/peristiwa/propaganda-kebangkitan-komunis-cara-lama-halangi-ungkap-peristiwa-65.html
11 Mei 2016 01:38:48

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kristoferol/mustahil-pki-bangkit-orba-yang-bangkit_57321f6284afbd9e098dda36
11 Mei 2016 00:50:29

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kristoferol/mustahil-pki-bangkit-orba-yang-bangkit_57321f6284afbd9e098dda36

0 komentar:

Posting Komentar